
Pantau - Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan pengaturan posisi duduk Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang tidak berdampingan dalam Sidang Kabinet Paripurna (SKP) di Istana Negara pada Senin (20/7) semata-mata disebabkan kebutuhan teknis pelaksanaan sidang.
Teleprompter Ubah Tata Letak Sidang
Prasetyo menjelaskan Presiden Prabowo ingin memaparkan banyak program pemerintah secara rinci sehingga penyampaian materi didukung berbagai data.
Ia mengungkapkan, "Karena beliau (Presiden Prabowo) ingin menjelaskan banyak sekali program, maka kalau saudara-saudara perhatikan, banyaknya program itu juga harus diikuti atau didukung dengan data-data. Karena itu, kemarin beliau menggunakan alat bantu berupa teleprompter. Itulah yang kemudian menjawab pertanyaan mengenai lay out."
Menurut Prasetyo, penggunaan alat bantu teleprompter memengaruhi tata letak ruang sidang sehingga Presiden ditempatkan di posisi tengah.
Ia menambahkan, "Kalau saudara-saudara perhatikan, Bapak Presiden berada di tengah-tengah. Kalau yang dipertanyakan adalah posisi Bapak Wakil Presiden, menurut kami ini hanya masalah kebutuhan teknis semata."
Prasetyo membantah anggapan bahwa pengaturan posisi duduk tersebut berkaitan dengan hubungan Presiden dan Wakil Presiden maupun menunjukkan adanya ketidaksetaraan keduanya.
Ia menegaskan, "Tidak ada. Sama sekali tidak ada (Posisi Presiden dan Wapres tidak setara). Kami pada posisi sekarang sedang kompak-kompaknya, sedang semua berusaha keras mencapai apa yang menjadi garis dari Bapak Presiden, menjadi garis dari program kerja dan prioritas nasional, semata-mata untuk kepentingan masyarakat, kepentingan bangsa dan negara."
Sidang Bahas Evaluasi dan Percepatan Program Prioritas
Prasetyo menjelaskan Sidang Kabinet Paripurna yang dipimpin Presiden Prabowo merupakan sidang rutin pertengahan tahun setelah berakhirnya semester pertama.
Ia menyebut sidang kabinet paripurna sebelumnya berlangsung pada 13 Maret 2026 atau sekitar empat bulan sebelumnya.
Dalam sidang tersebut, Presiden Prabowo mengevaluasi berbagai program prioritas pemerintah sekaligus memberikan arahan mengenai percepatan pelaksanaan program-program prioritas pada semester kedua tahun 2026.
Presiden juga memaparkan berbagai capaian pemerintah selama sekitar 20 hingga 21 bulan masa pemerintahan Kabinet Merah Putih.
Prasetyo mengatakan, "Yang paling penting justru bagaimana secara substantif apa yang disampaikan oleh Bapak Presiden kepada seluruh jajaran, yaitu memberikan penilaian, memberikan evaluasi, serta menyampaikan prestasi-prestasi Kabinet Merah Putih yang selama kurang lebih 21 bulan diberikan kepercayaan di bawah pimpinan Bapak Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Bapak Gibran Rakabuming Raka, yang sudah banyak sekali berhasil dicapai."
Ia menambahkan, "Tentunya diakhiri dengan bagaimana beliau menghendaki agar kita, di sisa semester kedua ini, melakukan percepatan terhadap program-program prioritas yang masih harus kita kebut pelaksanaannya. Demikian."
Dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara pada Senin (20/7), Presiden Prabowo duduk sendiri di kursi paling depan menghadap jajaran anggota Kabinet Merah Putih, sedangkan Wakil Presiden Gibran duduk di barisan Menteri Koordinator di sebelah Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.
- Penulis :
- Shila Glorya





