
Pantau - DPR RI dalam Rapat Paripurna Ke-26 Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025–2026 resmi menyetujui penerimaan hibah satu unit kapal induk Giuseppe Garibaldi dari Pemerintah Republik Italia senilai 54.022.426,67 euro di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (21/7/2026).
DPR Sahkan Persetujuan Hibah Kapal Induk
Ketua DPR RI Puan Maharani meminta persetujuan seluruh anggota dewan terhadap laporan Komisi I mengenai penerimaan hibah kapal induk tersebut.
“Apakah laporan Komisi I DPR RI atas persetujuan penerimaan hibah satu unit kapal induk Giuseppe Garibaldi dari Pemerintah Republik Italia dapat kita setujui?” kata Puan Maharani.
“Setuju,” jawab para legislator secara kompak.
Wakil Ketua Komisi I DPR RI Budisatrio Djiwandono menjelaskan penerimaan hibah dari Pemerintah Italia merupakan langkah strategis yang berkaitan dengan penguatan pilar kedaulatan negara.
Ia mengungkapkan, “Setelah mendengarkan penjelasan dari pemerintah dan pandangan substansial dari seluruh fraksi maka dengan segenap pertimbangan strategis, Komisi I DPR secara bulat dan sepakat menyetujui penerimaan hibah.”
Persiapan Operasional Kapal Induk
Ketua Komisi I DPR RI Utut Adianto menegaskan pentingnya penyesuaian doktrin pertahanan agar kapal induk pertama Indonesia tersebut dapat dioperasikan secara optimal.
Ia juga mengatakan, “Ini penting kita belum pernah seumur hidup punya kapal induk.”
Komisi I DPR turut menekankan agar hibah kapal induk tersebut menjadi sarana alih pengetahuan dan teknologi militer guna memperkuat kemandirian Tentara Nasional Indonesia serta industri pertahanan nasional.
Direktur Jenderal Kekuatan Pertahanan Kementerian Pertahanan Marsda TNI Hendrikus Haris Haryanto mengatakan kapal induk Giuseppe Garibaldi dijadwalkan tiba di Indonesia pada 20 September 2026.
TNI Angkatan Laut telah mengirim 100 personel ke Italia untuk mengikuti pelatihan teori dan praktik sebagai awak kapal sebelum membawa kapal tersebut ke Indonesia.
Selain menyiapkan sumber daya manusia, TNI AL juga membangun fasilitas pangkalan kapal induk di Teluk Ratai, Lampung.
Hendrikus Haris Haryanto mengatakan, “Proses pembangunannya saat ini telah mencapai 76 persen.”
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





