
Pantau - Partai Demokrat menjadikan perayaan Imlek 2026 sebagai momentum untuk mempertegas komitmen kebangsaan dan penguatan nilai-nilai multikulturalisme di Indonesia.
Partai Demokrat menilai perayaan Imlek bukan sekadar tradisi, tetapi simbol kehangatan, persatuan, dan harapan baru bagi seluruh bangsa Indonesia.
Pernyataan tersebut disampaikan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono saat memberikan sambutan dalam Perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Partai Demokrat bertema "Harmoni Nusantara: Bersama Kita Kuat Bersatu dalam Harapan Indonesia" di Jakarta pada Rabu 18 Februari 2026.
Agus Harimurti Yudhoyono menyampaikan, "Demokrat adalah rumah besar untuk semua suku, agama, ras, etnis, dan budaya. Kita tidak pernah membeda-bedakan dari mana kita berasal," ucap Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono AHY dalam keterangan diterima pada Kamis.
Ia menegaskan bahwa warga Tionghoa merupakan bagian utuh dari bangsa Indonesia dengan hak dan tanggung jawab yang setara sebagai anak bangsa.
AHY menyatakan semangat Imlek yang sarat nilai kebersamaan dan harapan baru harus dimaknai sebagai energi untuk memperkuat solidaritas nasional dan merawat kebinekaan.
Ia menegaskan komitmen tersebut sejalan dengan kebijakan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono melalui Keputusan Presiden Nomor 12 Tahun 2014 yang mengganti istilah Cina atau China atau Tjina menjadi Tionghoa serta menghapus praktik diskriminatif sebagai bentuk rekonsiliasi bersejarah.
AHY juga menekankan, "Bhinneka Tunggal Ika, Unity in Diversity, bukan sekadar jargon. Ini adalah kesepakatan kolektif kita sebagai bangsa," kata AHY.
Dalam kapasitasnya sebagai Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, AHY menyatakan pembangunan nasional harus bersifat inklusif, adil, dan merata.
Ia menuturkan, "Infrastruktur bukan hanya soal fisik, melainkan juga penghubung harapan dan pembuka kesempatan, dengan prinsip no one left behind, no region left behind, no generation left behind. Warisan terbesar bangsa bukan hanya pembangunan fisik, melainkan toleransi, persatuan, kepercayaan, dan keutuhan sosial," tuturnya.
Perayaan Tahun Baru Imlek tersebut merupakan yang pertama kali diselenggarakan Partai Demokrat dan diikuti kader keturunan Tionghoa, masyarakat umum, tokoh Tionghoa, serta kader dari berbagai latar belakang agama.
Ketua Panitia Imlek Partai Demokrat 2026 Merry Riana menyampaikan, "Ini adalah pesan bahwa Indonesia itu indah karena beragam. Ini adalah pesan bahwa perbedaan bukan alasan untuk menjauh, melainkan alasan untuk saling merangkul dalam kebersamaan," kata Merry dalam laporannya.
Perayaan Imlek tersebut ditegaskan sebagai simbol persatuan nasional sekaligus menunjukkan posisi Partai Demokrat sebagai partai yang inklusif dan terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat.
- Penulis :
- Aditya Yohan








