
Pantau - Kementerian Kebudayaan memperkuat kolaborasi dengan Jaringan Kota Pusaka Indonesia guna melindungi, mengembangkan, dan memanfaatkan kebudayaan di berbagai daerah melalui revitalisasi museum, pelestarian cagar budaya, serta penguatan ekosistem ekonomi budaya.
Menteri Kebudayaan Fadli Zon dalam siaran pers di Jakarta, Kamis, menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci untuk memajukan kebudayaan nasional berbasis pusaka dan warisan budaya.
Ia menyampaikan, "Kita ingin kebudayaan tidak hanya dilestarikan, tetapi juga menjadi kekuatan ekonomi dan identitas bangsa,".
Kerja sama yang dibangun tersebut diharapkan tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga mampu membentuk sistem pelestarian kebudayaan yang berkelanjutan di setiap daerah.
Revitalisasi Museum dan Penguatan Ekosistem Budaya
Pemerintah saat ini mendorong percepatan penetapan cagar budaya nasional serta warisan budaya tak benda sebagai bagian dari strategi pelindungan kebudayaan.
Upaya tersebut termasuk pengusulan warisan budaya Indonesia kepada UNESCO melalui skema baru maupun extension list atau perluasan pada warisan yang telah terdaftar, serta joint nomination atau nominasi bersama dengan negara lain.
Pemerintah juga menyiapkan berbagai instrumen pendanaan dan dukungan program untuk mendukung pengembangan kebudayaan di daerah.
Instrumen tersebut meliputi Dana Indonesiana dan Dana Alokasi Khusus Nonfisik untuk museum, taman budaya, serta cagar budaya.
Fadli Zon menegaskan bahwa museum dan taman budaya merupakan infrastruktur penting yang perlu direvitalisasi secara kolaboratif antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten atau kota.
Potensi Daerah dan Agenda Penguatan Narasi Sejarah
Sejumlah kota seperti Yogyakarta, Banda Aceh, Ternate, dan Ambon dinilai memiliki potensi besar dalam penguatan ekosistem budaya berbasis warisan sejarah.
Di Ternate, potensi pengembangan museum bertema tokoh naturalis Alfred Wallace dinilai dapat menjadi daya tarik baru dalam memperkuat ekosistem budaya dan pariwisata sejarah.
Sementara itu di Ambon, pemerintah berencana memperingati 400 tahun ilmuwan Georg Eberhard Rumphius sebagai bagian dari penguatan narasi sejarah dan budaya daerah.
Fadli Zon kembali menegaskan, "Program tidak boleh berhenti pada kegiatan saja. Kita harus membangun ekosistem budaya di setiap sektor, menuju ekonomi budaya ke depan,".
Pemerintah menyatakan terbuka terhadap kolaborasi lintas daerah dan lintas lembaga agar potensi kebudayaan yang ada dapat memperoleh pendampingan teknis serta dukungan pelestarian secara optimal.
- Penulis :
- Shila Glorya







