
Pantau - Korps Lalu Lintas Polri menyiapkan empat klaster pengamanan dalam Operasi Ketupat 2026 selama masa mudik dan balik Lebaran guna memastikan kelancaran serta keselamatan perjalanan masyarakat.
Direktur Registrasi dan Identifikasi Korlantas Polri Brigjen Pol Wibowo merinci empat klaster tersebut meliputi klaster jalur arteri dan tol, klaster tempat ibadah dan kawasan wisata, klaster lokasi penyeberangan, serta klaster titik pergerakan mudik seperti terminal, bandara, dan stasiun.
"Kami menentukan ada empat klaster dalam kegiatan pengamanan Operasi Ketupat tahun ini sehingga penanganan bisa lebih terfokus dan terukur," ujar Wibowo.
Ia menyoroti Jawa Barat sebagai titik lelah pemudik asal Sumatera, khususnya pada jalur tol yang kerap mengalami kepadatan kendaraan.
Wibowo menyebut kendala di jalur tol Jawa Barat terutama terjadi di rest area saat masyarakat berbuka puasa atau beristirahat.
Korlantas juga menyiapkan rekayasa lalu lintas di jalur arteri secara situasional mulai dari pengalihan arus, contra flow, hingga one way sepenggal.
"One way sepenggal, khususnya di wilayah yang padat intensitas kendaraannya namun tidak didukung sarana jalan yang memadai," jelas Wibowo.
Rekayasa tersebut akan diterapkan menyesuaikan kondisi di lapangan untuk mengurai kepadatan selama periode arus mudik dan balik.
Wibowo menegaskan Operasi Ketupat bukan sekadar agenda rutin pengamanan lalu lintas melainkan momentum pelayanan maksimal kepada masyarakat.
"Ini adalah momen bagi kita semua untuk hadir di tengah masyarakat, memberikan pelayanan terbaik dari sisi keamanan, kenyamanan, maupun keselamatan," katanya.
Korlantas Polri memastikan seluruh personel dan sarana pendukung disiagakan untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan selama musim mudik Lebaran 2026.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf







