
Pantau - Pemerintah Kabupaten Agam, Sumatera Barat, mengusulkan anggaran sebesar Rp2,75 triliun kepada pemerintah pusat untuk pembangunan infrastruktur yang rusak akibat bencana alam yang melanda daerah tersebut pada akhir November 2025 di Lubuk Basung, Kamis, 26 Februari 2026.
Bupati Agam Benni Warlis mengatakan, "Usulan ini menjadi langkah strategis dalam mempercepat pemerataan pembangunan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di berbagai sektor. Ini bentuk keseriusan pemerintah daerah dalam menjawab kebutuhan masyarakat."
Fokus Perbaikan Jalan dan Jembatan
Anggaran Rp2,75 triliun tersebut direncanakan untuk perbaikan dan peningkatan 166 ruas jalan, pembangunan 211 unit jembatan, serta pembangunan 11 unit jembatan gantung yang tersebar di berbagai wilayah Kabupaten Agam.
Bupati Agam Benni Warlis menegaskan, "Pembangunan dan rehabilitasi ini bertujuan untuk memperkuat konektivitas antar wilayah, memperlancar mobilitas masyarakat, serta mendukung kelancaran distribusi hasil pertanian dan aktivitas ekonomi lainnya."
Penguatan Sumber Daya Air dan Layanan Dasar
Pada sektor Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA), Pemerintah Kabupaten Agam mengusulkan perbaikan daerah irigasi di 281 titik serta penanganan pada 152 sungai guna memperkuat ketahanan pangan melalui optimalisasi jaringan irigasi, melakukan pengendalian dan normalisasi sungai, mengurangi risiko banjir, serta meminimalkan dampak kerusakan akibat bencana alam.
Selain infrastruktur jalan, jembatan, dan sumber daya air, anggaran juga diusulkan untuk peningkatan layanan dasar masyarakat meliputi perbaikan dan pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di wilayah perkotaan dan perdesaan, pembangunan tangki septik skala perdesaan, rehabilitasi bangunan gedung, perbaikan drainase, serta rehabilitasi jalan lingkungan untuk meningkatkan akses air minum layak, mewujudkan sanitasi sehat, dan menciptakan lingkungan permukiman yang lebih tertata dan nyaman.
Bupati Agam Benni Warlis menyatakan, “Langkah ini merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam mempercepat pemulihan pascabencana sekaligus memperkuat ketahanan infrastruktur terhadap risiko bencana di masa mendatang.”
- Penulis :
- Leon Weldrick







