HOME  ⁄  Ekonomi

Ekonom Nilai Pembenahan Infrastruktur dan Kualitas Investasi Jadi Kunci Optimalisasi KEK

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Ekonom Nilai Pembenahan Infrastruktur dan Kualitas Investasi Jadi Kunci Optimalisasi KEK
Foto: (Sumber :Foto udara pembangunan pusat data (data center) di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Nongsa Digital Park, Batam, Kepulauan Riau, Selasa (16/6/2026). ANTARA FOTO/Teguh Prihatna/YU.)

Pantau - Direktur Eksekutif Celios Bhima Yudhistira Adhinegara menilai pembenahan infrastruktur dan kualitas investasi menjadi faktor utama agar Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dapat berjalan optimal di tengah rencana pembentukan enam KEK baru yang masih menunggu persetujuan peraturan pemerintah.

Infrastruktur dan Investasi Jadi Prioritas

Bhima menyampaikan pemerintah sebaiknya lebih dahulu memperkuat infrastruktur serta mendorong investasi padat karya dibanding hanya berfokus pada pembentukan KEK baru.

“Lebih baik sebenarnya pembenahan infrastruktur dan juga dari sisi kualitas investasinya yang padat karya yang perlu didorong,” ungkapnya.

Menurutnya, pemerintah juga perlu mengoptimalkan kinerja KEK yang telah beroperasi agar manfaat ekonomi dan daya tarik investasi asing semakin meningkat.

KEK merupakan kebijakan strategis pemerintah untuk mendorong pusat pertumbuhan ekonomi, pemerataan pembangunan, industrialisasi, serta meningkatkan penyerapan tenaga kerja.

Soroti Efisiensi Birokrasi dan Kepastian Pasokan

Bhima menilai peningkatan efisiensi birokrasi, pemberantasan pungutan liar, serta kepastian pasokan bahan baku, energi, dan bahan bakar menjadi faktor penting dalam meningkatkan daya saing KEK di Indonesia.

“Sebenarnya yang harus dilengkapi itu dari segi efisiensi birokrasinya, kemudian pemberantasan pungli di dalam KEK ataupun di luar dari KEK, kemudian kepastian suplai dari sisi bahan baku dan bahan bakar atau energi,” ujarnya.

Ia menambahkan keberhasilan KEK di Vietnam, Shenzhen, China, maupun Malaysia didukung oleh kemudahan investasi dan fokus pengembangan industri berteknologi tinggi.

“Itu yang menurut saya lebih penting dan menarik. KEK seperti di Vietnam, di Shenzhen, China, itu kuncinya di sana. Atau seperti di Malaysia, KEK-nya fokus untuk relokasi industri high tech, seperti industri chip manufacturing,” kata Bhima.

Penulis :
Aditya Yohan