Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

BBPOM Bandarlampung Intensifkan Pengawasan Takjil dan Pangan Selama Ramadhan 1447 Hijriah

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

BBPOM Bandarlampung Intensifkan Pengawasan Takjil dan Pangan Selama Ramadhan 1447 Hijriah
Foto: (Sumber : Ilustrasi - Petugas BBPOM Bandarlampung sedang menguji sampel takjil atau makanan untuk berbuka puasa di Bandarlampung. ANTARA/Dian Hadiyatna..)

Pantau - Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Bandarlampung meningkatkan pengawasan terhadap pangan masyarakat, khususnya takjil yang dijual pedagang selama bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah untuk menjamin keamanan konsumsi warga.

Kepala BBPOM di Bandarlampung Bagus Heri Purnomo menyampaikan intensifikasi pengawasan dilakukan selama periode Ramadhan guna memastikan produk pangan yang beredar memenuhi ketentuan.

"Guna menjamin keamanan pangan selama bulan puasa, kami melakukan intensifikasi pengawasan pangan. Kegiatan dilaksanakan sejak 18 Februari hingga 17 Maret 2026," ujarnya.

Sasaran pengawasan mencakup sarana peredaran pangan seperti importir atau distributor, toko, grosir, supermarket, hipermarket, serta pasar tradisional.

Pengawasan difokuskan pada produk pangan olahan yang tidak memenuhi ketentuan.

"Fokus pengawasannya ada pada produk pangan olahan yang tidak memenuhi ketentuan seperti tanpa izin edar, kedaluwarsa, rusak. Kemudian takjil buka puasa yang mengandung bahan dilarang," kata Bagus.

Pengawasan dilakukan tidak hanya terhadap produk kemasan, tetapi juga terhadap takjil yang dijual untuk berbuka puasa di berbagai titik penjualan.

Dalam pelaksanaan pengawasan, BBPOM berkoordinasi dengan berbagai instansi terkait melalui lintas sektor.

"Bentuk koordinasi dengan lintas sektor didukung dengan adanya Satgas Pangan, Tim Koordinasi Pembinaan dan Pengawasan Obat dan Makanan sesuai dengan kewenangan masing-masing," jelasnya.

Bersama Satgas Pangan yang melibatkan Dinas Kesehatan, Dinas Perdagangan, dan instansi lainnya, BBPOM melakukan pengawasan sekaligus edukasi kepada masyarakat.

"Jadi selain melakukan pengawasan pangan hingga tindak lanjutnya, kami juga mengedukasi masyarakat agar tidak memakai ataupun membeli makanan yang mengandung zat berbahaya," tambah Bagus.

Edukasi tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat agar lebih selektif dalam membeli dan mengonsumsi makanan selama Ramadhan.

Penulis :
Aditya Yohan