Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Pemkot Jaksel Temukan 13 Sampel Takjil Mengandung Formalin dan Boraks dalam Pengawasan Ramadhan

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Pemkot Jaksel Temukan 13 Sampel Takjil Mengandung Formalin dan Boraks dalam Pengawasan Ramadhan
Foto: (Sumber : Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan (Pemkot Jaksel) bersama Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menemukan formalin dan pewarna tekstil di pasar takjil Jalan Karya Utama, kawasan Gandaria Utara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (4/3/2026). ANTARA/Luthfia Miranda Putri.)

Pantau - Petugas Suku Dinas Kesehatan Kota Administrasi Jakarta Selatan menemukan 13 sampel takjil yang mengandung zat berbahaya berupa formalin dan boraks selama pemeriksaan makanan pada bulan Ramadhan 1447 Hijriah.

Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Jakarta Selatan Fitria Ramdhita mengatakan "Ditemukan 11 sampel positif formalin dan dua sampel mengandung boraks", ungkapnya.

Sebanyak 13 sampel yang terdeteksi mengandung zat berbahaya tersebut diperiksa di Laboratorium Kesehatan Daerah DKI Jakarta.

Total sampel yang diuji dalam pengawasan tersebut mencapai 644 sampel yang terdiri dari 544 sampel makanan dan 40 sampel minuman.

Sampel yang diketahui mengandung zat berbahaya ditemukan pada mi kuning dan kerupuk yang dijual di sejumlah pasar takjil.

Fitria menjelaskan "Total sudah 644 sampel dari 318 tenant takjil di 10 kecamatan yang sudah kami periksa selama Ramadhan sejak 23 Februari 2026", ujarnya.

Pengawasan Pangan di Pasar Takjil

Selain formalin dan boraks, petugas juga menemukan takjil yang mengandung pewarna Rodhamin B dan metanil yellow.

Namun kandungan pewarna tersebut dalam pemeriksaan awal masih dinilai berada pada tingkat yang relatif aman untuk dikonsumsi.

Suku Dinas Kesehatan Jakarta Selatan kemudian memberikan pembinaan kepada pedagang yang menjual takjil dengan kandungan zat berbahaya.

Fitria mengatakan "Kami melakukan pembinaan pada pedagang dan mengimbau untuk tidak menjual dagangan yang hasilnya positif", katanya.

Satgas Dibentuk Awasi Keamanan Pangan Ramadhan

Pengawasan makanan di pasar takjil dilakukan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya mengonsumsi makanan yang sehat dan aman selama bulan Ramadhan.

Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan juga membentuk satuan tugas khusus untuk mengawasi keamanan pangan selama Ramadhan 1447 Hijriah.

Satuan tugas tersebut terdiri dari unsur Suku Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah, Suku Dinas Kesehatan, Suku Dinas Ketahanan Pangan Kelautan dan Pertanian, bagian perekonomian wilayah serta BPOM.

Pembentukan satuan tugas ini bertujuan memastikan seluruh pangan olahan di wilayah Jakarta Selatan bebas dari zat berbahaya seperti formalin, pewarna tekstil dan zat aditif lainnya.

Penulis :
Ahmad Yusuf
Editor :
Ahmad Yusuf