
Pantau - Ulama kharismatik Buya Yahya mengajak masyarakat untuk memperbanyak doa pada momentum bulan Ramadhan, termasuk mendoakan para pemimpin bangsa agar diberi kekuatan dan kelapangan dalam menjalankan amanah memimpin Indonesia.
Ajakan tersebut disampaikan Buya Yahya saat menghadiri undangan Presiden Prabowo Subianto dalam acara buka puasa bersama para ulama dan tokoh masyarakat di Istana Negara, Jakarta, pada Kamis malam.
Buya Yahya yang memiliki nama lengkap Yahya Zainul Ma’arif menilai menjadi pemimpin negara bukanlah tugas yang ringan karena terdapat tanggung jawab besar dalam mengambil berbagai keputusan penting bagi rakyat dan masa depan bangsa.
Buya Yahya mengatakan, "Yang terpenting doa. Karena jadi presiden tidak gampang, berat. Kita harus banyak mendoakan pemimpin kita, bagaimana mereka bisa sukses dengan menjalankan tugasnya".
Doa untuk Kesuksesan Pemimpin dan Kesejahteraan Rakyat
Buya Yahya berharap doa masyarakat dapat menjadi energi kebaikan bagi kepemimpinan nasional.
Ia juga berharap dengan doa tersebut Indonesia dapat terus berada di jalan yang membawa kedamaian dan kesejahteraan bagi seluruh rakyat.
Buya Yahya mengatakan, "Mendoakan agar beliau sukses, beliau berjaya, umat damai, rakyat bahagia".
Selain itu Buya Yahya juga menyampaikan pesan yang disebutnya sebagai pesan cinta kepada Presiden Prabowo.
Pesan tersebut menekankan pentingnya menjadikan bulan suci Ramadhan sebagai momentum untuk memperkuat nilai-nilai kebaikan dan kedamaian.
Buya Yahya mengatakan, "Pesan cinta, kita ingin bagaimana Ramadan ini damai dan tenteram. Alhamdulillah, semuanya sudah baik-baik. Ramadan kita jadikan momentum kebaikan, Ramadan damai, Ramadan penuh keindahan".
Indonesia Dinilai Tetap Aman di Tengah Dinamika Global
Dalam kesempatan tersebut Buya Yahya juga menyinggung kondisi Indonesia di tengah dinamika geopolitik global yang terus berkembang.
Ia menilai kondisi Indonesia saat ini masih berada dalam keadaan aman dan tenteram.
Hal tersebut terlihat dari masyarakat yang tetap dapat menjalankan berbagai kewajiban dalam kehidupan sehari-hari.
Kewajiban tersebut mencakup kehidupan pribadi, keluarga, maupun kehidupan bermasyarakat.
Buya Yahya mengatakan, "Indonesia nyaman. Kita bisa menjalankan tugas-tugas, kewajiban secara pribadi, keluarga, kemasyarakatan. Kalau ada hal-hal lain yang urusan dengan luar negeri, tentu, ada yang lebih tahu dalam hal ini".
- Penulis :
- Ahmad Yusuf
- Editor :
- Tria Dianti








