
Pantau - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo membuka peluang untuk menerbitkan peraturan gubernur terkait penanganan dan pencegahan perundungan atau bullying di Jakarta setelah menerima aspirasi masyarakat.
Penanganan masalah bullying menjadi salah satu permintaan masyarakat saat Pramono berkunjung ke Rumah Sakit Khusus Daerah Duren Sawit di Jakarta Timur pada Selasa 10 Maret 2026.
Pramono Anung mengatakan, "Tadi ada beberapa permintaan, salah satunya adalah hal yang berkaitan dengan bullying. Saya akan meminta kepada Asisten Kesejahteraan Rakyat dan jajaran untuk mempelajari apakah memang diperlukan peraturan gubernur yang berkaitan dengan bullying".
Ia menjelaskan bahwa dukungan dari lingkungan sekitar sangat penting agar pasien dapat pulih dan kembali menjalani kehidupan dengan lebih baik setelah menjalani perawatan.
Pramono berkomitmen untuk menindaklanjuti permintaan terkait aturan penanganan dan pencegahan bullying di ibu kota.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk merangkul para penyintas gangguan mental agar mereka dapat memperoleh kehidupan yang lebih baik.
Pramono Anung mengatakan, "Harapan saya, mudah-mudahan, siapa pun yang dirawat di tempat ini, ketika mereka selesai perawatannya, menjadi lebih baik. Dan yang paling penting adalah masyarakat juga harus bisa menerima sekaligus menghilangkan stigma yang ada".
DPR Soroti Kesehatan Mental Anak
Sebelumnya, Anggota Komisi VIII DPR Surahman Hidayat juga menyoroti persoalan kesehatan mental anak yang dinilai semakin memprihatinkan.
Ia menilai pemerintah perlu memperkuat deteksi dini kesehatan mental anak karena meningkatnya kasus bunuh diri di kalangan usia sekolah.
Berdasarkan data Komisi Perlindungan Anak Indonesia pada 2026, selama periode 2023 hingga 2026 tercatat sebanyak 120 kasus bunuh diri anak.
Kasus bunuh diri anak tersebut tidak disebabkan oleh satu faktor saja, tetapi merupakan hasil interaksi berbagai faktor.
Faktor-faktor tersebut antara lain kemiskinan, perundungan, depresi, pola asuh yang kurang empati, hingga keterpaparan lingkungan digital yang tidak sehat seperti pengaruh gim online.
Dorongan Perkuat Deteksi Dini di Sekolah
Surahman Hidayat mendorong pemerintah untuk memperkuat deteksi dini kesehatan mental anak melalui berbagai langkah konkret.
Upaya tersebut dapat dilakukan melalui penyediaan layanan konseling dan psikolog di sekolah.
Selain itu, ia juga mengusulkan pembukaan layanan konseling secara daring.
Ia menilai guru dan orang tua perlu dilibatkan dalam pengawasan serta pendampingan anak.
Surahman berharap penguatan tes dan deteksi kesehatan mental dapat menjadi langkah konkret untuk mencegah kasus serupa terulang.
Ia juga menilai langkah tersebut dapat memperbaiki sistem perlindungan anak secara lebih komprehensif.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf
- Editor :
- Tria Dianti








