
Pantau - Umat Hindu di Jakarta mengusulkan kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk menambah fasilitas dermaga dan memperbaiki mesin kremasi guna mendukung pelaksanaan upacara keagamaan.
Usulan tersebut disampaikan saat Upacara Melasti di Pure Segera Jakarta Utara dalam rangka menyambut Hari Nyepi Tahun Baru Saka 1948.
Ketua Suka Duka Hindu Dharma Made Sudarta menyampaikan aspirasi tersebut kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Ia mengatakan, "Kami bukannya meminta, tapi Bapak adalah guru wisesa kami, guru pemerintah dan kami sebagai umat yang ada di Jakarta, setiap kami melaksanakan upacara seperti ini, Melasti dan upacara Ngaben, kami kesulitan untuk transportasi ke laut".
Ia menjelaskan umat Hindu di Jakarta mengalami kesulitan akses menuju laut saat melaksanakan upacara Melasti dan Ngaben.
Kesulitan tersebut terjadi karena keterbatasan fasilitas dermaga.
Kondisi tersebut telah berlangsung selama bertahun-tahun.
Umat Hindu sering harus menunggu kondisi pasang surut air laut sebelum dapat berlayar.
Ia mengatakan, "Karena ini sudah bertahun-tahun. Jadi, kalau kami ke laut itu menunggu pawang. Supaya airnya tidak surut, supaya airnya tidak pasang, sehingga sampan yang dilalui yang dilayari yang dijalankan ke laut tengah itu supaya aman".
Umat Hindu Minta Perbaikan Mesin Kremasi
Oleh karena itu umat Hindu berharap Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dapat membantu pembangunan dermaga.
Dermaga tersebut diharapkan dapat mempermudah akses umat Hindu menuju laut saat melaksanakan ritual keagamaan.
Selain fasilitas dermaga umat Hindu juga menyampaikan kondisi mesin kremasi di tempat pelaksanaan upacara Ngaben yang sudah tidak berfungsi.
Mesin kremasi tersebut sebelumnya merupakan bantuan dari pemerintah daerah pada masa kepemimpinan Gubernur Anies Baswedan.
Ia mengatakan, "Di sebelah kami, depan kami ini adalah gedung bangunan tempat Ngaben. Pada saat tujuh tahun yang lalu, kami dibantu dengan Bapak Gubernur Pak Anies, dibantu mesin kremasi. Nah, sekarang sudah tidak berfungsi".
Akibat kerusakan mesin tersebut umat Hindu harus melakukan proses kremasi di tempat lain.
Ia mengatakan, "Apakah mesin itu karena hibah terus kami kembalikan, atau bagaimana, karena sudah tidak berfungsi. Sehingga, kami sekarang kremasi di sebelah, di Jaya Besar. Ini kami perbaiki dengan swadaya kami, dengan umat Hindu yang ada di Jakarta Raya".
Ia menegaskan bahwa penyampaian tersebut bukan merupakan keluhan melainkan aspirasi umat Hindu di Jakarta.
Pemprov DKI Akan Tinjau Kondisi Aset Krematorium
Menanggapi hal tersebut Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan akan meminta jajaran terkait meninjau kembali kondisi aset berupa mesin krematorium yang sebelumnya diberikan melalui hibah.
Ia mengatakan, "Untuk yang depan yang sudah tidak berfungsi lagi untuk krematorium, karena ini dulu hibah, nanti saya minta Kepala Badan Aset untuk melihat terlebih dahulu".
Pramono juga menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berkomitmen menjaga kehidupan beragama yang aman dan harmonis di Ibu Kota.
Ia mengatakan, "Karena saya selalu mengatakan bahwa sebagai gubernur, saya adalah gubernur bagi semua agama, semua golongan, semua kelompok dan itu secara konsekuen saya, saya jalankan".
- Penulis :
- Gerry Eka








