
Pantau - Antrean kendaraan terjadi di SPBU Jalan Lintas Barat Sumatera ruas Meulaboh–Tapaktuan di Alue Bili, Kabupaten Nagan Raya, Aceh pada Minggu malam.
Antrean kendaraan tersebut tetap berlangsung tertib meskipun cukup panjang.
Pengisian bahan bakar di SPBU tersebut menunggu petugas selesai melaksanakan shalat Tarawih.
Sopir truk angkutan barang Syafii mengatakan para pengendara masih menunggu petugas SPBU menyelesaikan ibadah Tarawih.
"Para pengendara masih menunggu petugas SPBU selesai menjalankan shalat Tarawih," ungkapnya.
Ia menjelaskan bahwa antrean kendaraan di SPBU tersebut sebenarnya sudah biasa terjadi.
Namun selama bulan Ramadhan antrean menjadi lebih panjang karena tidak semua SPBU beroperasi hingga malam hari.
Di wilayah tersebut terdapat lima SPBU namun empat di antaranya menutup layanan setelah waktu Magrib.
Hanya satu SPBU yang beroperasi hingga sekitar pukul 21.00 hingga 22.00 WIB sehingga banyak kendaraan mengantre di lokasi tersebut.
Antrean Memanjang hingga Bahu Jalan
Syafii juga menyebut SPBU di lokasi tersebut menjadi tempat pengisian BBM terbesar sehingga banyak kendaraan datang ke sana.
Ia mengaku kondisi ketersediaan BBM saat ini jauh lebih baik dibandingkan beberapa waktu lalu setelah wilayah tersebut dilanda banjir.
Banjir sebelumnya sempat mengganggu pasokan BBM di wilayah tersebut.
Sopir mobil bak terbuka Geri mengatakan pada akhir Desember tahun lalu masyarakat sempat kesulitan mendapatkan BBM.
Saat itu sejumlah SPBU tutup akibat terputusnya pasokan BBM.
Warga bahkan terpaksa membeli Pertalite dari pedagang eceran dengan harga Rp20.000 hingga Rp30.000 per botol air mineral atau sekitar 1,2 liter.
Ia menyebut kondisi saat ini sudah lebih baik meskipun antrean kendaraan masih terjadi.
Pantauan di lokasi menunjukkan antrean kendaraan memanjang hingga menggunakan bahu jalan di kedua sisi jalan.
Antrean terdiri dari kendaraan berbahan bakar solar maupun Pertalite.
Setiap kendaraan diwajibkan menggunakan kode batang untuk melakukan pengisian BBM.
Pengisian BBM juga dibatasi maksimal satu kali pengisian per hari.
SPBU tersebut memiliki empat mesin pompa yang melayani Pertalite untuk mobil dan sepeda motor serta biosolar untuk kendaraan diesel.
Layanan Dibuka Setelah Tarawih
Setelah lebih dari dua jam menunggu dari pukul 20.55 hingga 22.44 WIB, shalat Tarawih di masjid dekat kompleks SPBU selesai.
Petugas SPBU kemudian kembali ke lokasi dan menyalakan lampu SPBU.
Layanan pengisian bahan bakar akhirnya kembali dibuka dan kendaraan mulai dilayani satu per satu.
Di antara kendaraan yang mengantre terdapat dua mobil double gardan yang membawa lima pewarta ANTARA dari tim liputan khusus Bangkit Sumatera.
Tim tersebut melakukan peliputan percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di wilayah Gayo Lues, Aceh.
Perjalanan tim dari Meulaboh menuju Desa Tetinggi di Kecamatan Pantan Cuaca, Kabupaten Gayo Lues diperkirakan memakan waktu sekitar enam hingga tujuh jam.
Desa Tetinggi merupakan salah satu wilayah yang terdampak cukup signifikan akibat bencana banjir dan tanah longsor pada akhir November tahun lalu.
Berdasarkan laporan yang diterima ANTARA sedikitnya 60 keluarga di desa tersebut hingga kini masih bertahan di lokasi pengungsian.
- Penulis :
- Gerry Eka







