
Pantau - Buka puasa bersama, ceramah singkat, dan salat tarawih berjamaah setiap hari selama Ramadan 1447 Hijriah di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Beijing menjadi momen penting bagi diaspora Indonesia di China.
Irham Tanjung Fadilah, staf Muslim pertama di China National Petroleum Company asal Medan, menyampaikan, "Alhamdulillah dengan adanya acara buka puasa KBRI ini sangat membantu saya pribadi. Selain silaturahmi, saya bisa bertemu teman-teman Indonesia, berbicara bahasa Indonesia dan makan masakan Indonesia lagi."
Ia menjelaskan konsep berpuasa kepada rekan kerja dan bersyukur dapat menunaikan salat di kantor dengan dukungan lingkungan kerja. Irham juga berencana merayakan Idul Fitri pertamanya di Beijing dengan salat Idul Fitri di KBRI sekaligus bersilaturahmi dengan diaspora.
Pengalaman Mahasiswi Indonesia di Beijing
Malikah Kautsar Ilmi, mahasiswi pascasarjana di Beijing Normal University, memilih salat tarawih di KBRI karena bacaan tilawah lebih beragam dan salat hanya delapan rakaat.
Ramadan tahun ini adalah ketiga Malikah berpuasa di Beijing, dengan dukungan dosen dan teman-teman saat beraktivitas, termasuk ketika mengikuti presentasi atau makan di restoran halal.
Sebagai sekretaris Lingkar Pengajian Beijing, Malikah juga menjadi relawan persiapan dan pelaksanaan salat Idul Fitri di KBRI serta berencana membeli baju baru untuk perayaan Idul Fitri tahun ini.
Kegiatan dan Menu Buka Puasa
Kegiatan buka puasa bersama berlangsung rutin sejak 24 Februari hingga 19 Maret 2026, diikuti 40-70 WNI setiap harinya.
Menu yang disajikan antara lain ketoprak, gorengan, bakwan malang, nasi uduk, nasi kuning, soto bandung, ayam semur, sayur lodeh, telur, nasi putih, kerupuk, dan menu Nusantara lainnya.
KBRI Beijing berencana mengadakan salat Idul Fitri di lapangan KBRI pada Sabtu, 21 Maret 2026 pukul 08.45 waktu setempat, diikuti open house oleh Duta Besar RI untuk Tiongkok dan Mongolia, Djauhari Oratmangun.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf







