
Pantau - Dua penerbangan dari Indonesia terdampak penutupan sementara ruang udara Uni Emirat Arab (UEA) setelah insiden jatuhnya drone yang memicu gangguan operasional di Bandara Internasional Dubai.
Insiden tersebut terjadi di sejumlah wilayah UEA, termasuk Dubai, dengan serpihan drone ditemukan di beberapa lokasi hingga area dekat bandara.
Peristiwa itu sempat menyebabkan kebakaran dan penghentian sementara aktivitas penerbangan sebagai langkah pengamanan.
"Terkait dengan warga negara Indonesia, terdapat dua penerbangan maskapai Emirates dari Indonesia menuju Dubai yang terdampak pengalihan pendaratan," kata Heni Hamidah.
Penerbangan Emirates EK-359 dari Jakarta dengan sekitar 309 penumpang dialihkan ke Bandara Internasional Zayed di Abu Dhabi.
Sementara itu, penerbangan Emirates EK-399 dari Denpasar dengan sekitar 300 penumpang mendarat di Bandara Internasional Al-Maktoum di Dubai.
Heni memastikan hingga saat ini tidak ada laporan warga negara Indonesia yang menjadi korban dalam insiden tersebut.
"Sejauh ini, tidak terdapat laporan WNI yang menjadi korban ataupun meminta bantuan terkait insiden tersebut," kata Heni.
Perwakilan Indonesia di UEA terus memantau perkembangan situasi dan berkoordinasi dengan otoritas setempat.
Koordinasi juga dilakukan bersama maskapai untuk memastikan keselamatan serta kelancaran perjalanan WNI.
Insiden serpihan drone juga dilaporkan terjadi di Fujairah dan Umm Al Quwain.
Otoritas penerbangan sipil UEA sempat menangguhkan operasional di Bandara Internasional Dubai sebagai langkah preventif.
Penangguhan dilakukan setelah tangki bahan bakar di dekat bandara terbakar akibat dugaan serangan drone.
Meski demikian, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Otoritas UEA kemudian membuka kembali ruang udara setelah situasi dinilai aman dan terkendali.
- Penulis :
- Aditya Yohan







