
Pantau - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi sebanyak 15 titik panas di sejumlah wilayah Sumatera Utara berdasarkan pantauan satelit, Senin.
Sebaran Titik Panas di Enam Wilayah
Prakirawan BBMKG Wilayah I Christin Mori mengatakan titik panas terdeteksi melalui sensor Satelit Tera, Aqua, SNPP, dan NOAA20.
“Titik panas tersebut terpantau berdasarkan pantauan sensor medis, yakni Satelit Tera, Aqua, SNPP, dan NOAA20,” ujarnya.
Sebanyak 15 titik panas tersebut tersebar di Kabupaten Karo, Dairi, Labuhanbatu, Labuhanbatu Utara, Mandailing Natal, dan Simalungun.
Imbauan Cegah Kebakaran Hutan dan Lahan
BMKG mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara dibakar serta tidak meninggalkan api di area kering guna mencegah kebakaran hutan dan lahan.
Selain itu, masyarakat di wilayah bersuhu tinggi diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran.
Gelombang Laut Capai 2,5 Meter
Sementara itu, BMKG juga memprakirakan gelombang laut di perairan Sumatera Utara berpotensi mencapai 1,15 hingga 2,5 meter pada 24–26 Maret 2026.
Angin diperkirakan bertiup dari tenggara hingga barat daya dengan kecepatan 6–25 knot yang berpotensi memicu gelombang tinggi di sejumlah perairan, termasuk barat Kepulauan Nias dan Samudra Hindia.
Nelayan dan operator kapal diimbau waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, terutama jika kecepatan angin dan tinggi gelombang melampaui ambang batas keselamatan.
- Penulis :
- Aditya Yohan







