billboard mobile
HOME  ⁄  Nasional

BMKG Prediksi Mayoritas Kota Besar di Indonesia Berawan hingga Hujan Ringan pada Sabtu

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

BMKG Prediksi Mayoritas Kota Besar di Indonesia Berawan hingga Hujan Ringan pada Sabtu
Foto: (Sumber :Ilustrasi - Cuaca hujan lebat disertai angin kencang melanda tempat wisata. ANTARA/Aprionis..)

Pantau - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan mayoritas kota besar di Indonesia mengalami cuaca berawan hingga hujan ringan pada Sabtu, dengan sejumlah wilayah berpotensi diguyur hujan lebat disertai petir dan angin kencang.

BMKG juga mengeluarkan peringatan dini terkait potensi hujan ringan, sedang hingga lebat yang dapat terjadi di berbagai wilayah Indonesia.

Tiga Kota Berpotensi Diguyur Hujan Lebat

Prakirawan BMKG Nazmi Nariyah menjelaskan kondisi tersebut dipengaruhi oleh daerah konvergensi yang memanjang dari Samudra Pasifik Timur Filipina hingga Samudra Hindia bagian barat Sumatera.

Fenomena tersebut meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di wilayah yang dilalui jalur konvergensi dan konfluensi.

BMKG memprakirakan Tanjung Pinang, Padang, dan Tanjung Selor berpotensi mengalami hujan sedang hingga sangat lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang.

Sementara itu, hujan ringan hingga sedang diperkirakan terjadi di Banda Aceh, Medan, Pekanbaru, Jambi, Bengkulu, Palembang, Bandar Lampung, Serang, Bandung, Semarang, Pontianak, Palangkaraya, Samarinda, Denpasar, Kupang, Sorong, Nabire, dan Jayapura.

Jakarta dan Sejumlah Kota Diprediksi Berawan

BMKG memperkirakan sejumlah kota besar hanya mengalami kondisi berawan sepanjang hari.

Wilayah yang diprediksi berawan meliputi Jakarta, Banjarmasin, Mataram, Makassar, Kendari, Gorontalo, Manado, Ternate, Ambon, Manokwari, Jayawijaya, dan Merauke.

Di sisi lain, pemerintah terus meningkatkan kewaspadaan menghadapi musim kemarau yang diprediksi datang lebih awal, berlangsung lebih lama, dan lebih kering pada tahun ini.

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni sebelumnya menyampaikan bahwa BMKG memprediksi puncak musim kemarau terjadi pada periode Juli hingga September 2026.

Pemerintah juga menilai kemampuan pengendalian kebakaran hutan dan lahan terus membaik, dengan luas karhutla pada dua siklus El Nino terakhir berhasil ditekan hingga 55,6 persen dibandingkan kondisi tahun 2015.

Penulis :
Aditya Yohan