billboard mobile
HOME  ⁄  Nasional

BMKG Imbau Warga Jawa Tengah Waspadai Suhu Udara Dingin Jelang Puncak Kemarau

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

BMKG Imbau Warga Jawa Tengah Waspadai Suhu Udara Dingin Jelang Puncak Kemarau
Foto: (Sumber :Arsip foto - Embun beku menyelimuti lokasi Dieng Culture Fetsival 2018 di kawasan Candi Arjuna Dieng, Banjarnegara, Jateng, Sabtu (4/8/2018). ANTARA FOTO/Idhad Zakaria/pras/aa.)

Pantau - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat Jawa Tengah mewaspadai suhu udara yang lebih dingin pada malam hingga pagi hari seiring berlangsungnya musim kemarau dan mendekati puncak kemarau yang diprakirakan terjadi pada Agustus 2026.

Ketua Tim Kerja Pelayanan Data dan Diseminasi Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap Teguh Wardoyo mengatakan sejumlah wilayah di Jawa Tengah telah memasuki musim kemarau dengan ciri suhu udara yang lebih dingin pada malam dan pagi hari serta panas yang lebih terasa pada siang hari.

“Secara umum sejumlah wilayah Jawa Tengah, khususnya Cilacap dan sekitarnya, sudah masuk musim kemarau. Beberapa cirinya sudah tampak, suhu udara pada malam dan pagi hari lebih dingin dibanding biasanya, sedangkan pada siang hari sinar matahari terasa lebih menyengat karena tutupan awan lebih sedikit,” ujarnya di Cilacap, Jumat.

BMKG mencatat suhu minimum yang terpantau di Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap pada 19 Juni 2026 berada di kisaran 24 derajat Celsius dan masih tergolong normal secara klimatologis.

Wilayah Dataran Tinggi Lebih Dingin

Teguh menjelaskan suhu udara yang lebih dingin umumnya lebih terasa di wilayah dataran tinggi seperti Cilacap bagian barat, Banyumas, dan daerah sekitarnya dibandingkan kawasan pesisir selatan.

Menurutnya, kondisi tersebut dipengaruhi penurunan suhu yang terjadi seiring meningkatnya ketinggian wilayah.

“Kondisi ini merupakan fenomena alami yang umum terjadi pada musim kemarau,” katanya.

Berdasarkan data klimatologi periode 1991-2020, suhu minimum absolut di Cilacap pada Juni pernah mencapai 18,8 derajat Celsius pada 1994.

Sementara suhu terendah secara klimatologis tercatat pada Agustus 1994 dengan angka 17,4 derajat Celsius.

Potensi Kabut dan Ancaman Kemarau

Selain suhu dingin, BMKG juga mengingatkan potensi kemunculan kabut pada malam hingga pagi hari selama musim kemarau berlangsung.

“Fenomena ini umum terjadi pada malam hingga pagi hari dan akan menghilang setelah matahari terbit serta mulai menghangatkan suhu udara,” ungkap Teguh.

Ia menilai udara yang lebih sejuk memang memberikan kenyamanan bagi sebagian masyarakat, namun dapat menimbulkan gangguan bagi warga yang sensitif terhadap suhu rendah atau memiliki alergi dingin.

BMKG juga mengingatkan masyarakat untuk mengantisipasi dampak lain musim kemarau seperti kekurangan air bersih dan kebakaran lahan agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat.

Antisipasi Dampak Musim Kemarau

BMKG meminta masyarakat tetap waspada terhadap berbagai potensi risiko selama musim kemarau, terutama di wilayah yang rentan mengalami kekeringan.

“Perlu antisipasi dini terhadap dampak musim kemarau seperti kekurangan air bersih dan kebakaran lahan, agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat,” kata Teguh.

Penulis :
Ahmad Yusuf
Kemenkeu 2026