
Pantau - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengimbau masyarakat memanfaatkan kebijakan relaksasi kerja pada 25-27 Maret 2026 untuk menghindari kepadatan saat puncak arus balik Lebaran.
Imbauan ini disampaikan guna mengurai lonjakan kendaraan yang diprediksi terjadi dalam dua gelombang arus balik.
“Ini bisa menjadi pilihan bagi masyarakat untuk tidak semuanya memilih balik pada hari ini sehingga dapat mengurai puncak arus balik," ujarnya.
Puncak Arus Balik Diprediksi Dua Gelombang
Kapolri menyebut puncak arus balik diperkirakan terjadi pada 23-24 Maret dan 28-29 Maret 2026.
Masyarakat diimbau mengatur waktu perjalanan secara fleksibel agar tidak terjebak kepadatan.
Selain itu, kepadatan juga berpotensi terjadi di sejumlah destinasi wisata seperti Malioboro, Pangandaran, Puncak, dan Bali yang mengalami peningkatan kunjungan.
Cuaca dan Keselamatan Jadi Perhatian
Faktor cuaca, khususnya di wilayah timur Indonesia, juga menjadi perhatian karena berpotensi mengganggu kelancaran transportasi.
Kapolri meminta jajarannya menyiapkan langkah antisipasi seperti rekayasa lalu lintas serta meningkatkan koordinasi lintas instansi.
"Keberhasilan pelayanan mudik dan balik ini adalah keberhasilan bersama, seluruh stakeholder," katanya.
Secara umum, pelaksanaan arus mudik berjalan baik dengan peningkatan jumlah pemudik, namun angka kecelakaan dan fatalitas justru menurun.
Kapolri berharap kondisi tersebut dapat dipertahankan hingga arus balik selesai.
- Penulis :
- Aditya Yohan








