
Pantau - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meminta 128 kepala sekolah SMA, SMK, dan SLB yang baru dilantik untuk memperkuat integritas serta mencegah perundungan di lingkungan pendidikan, sekaligus menekankan pentingnya penguatan karakter peserta didik sejak dini.
Penguatan Karakter dan Pencegahan Perundungan
Khofifah menegaskan bahwa kepala sekolah harus lebih aktif berinteraksi dengan siswa guna memastikan kondisi psikologis mereka tetap terjaga dan mencegah terjadinya bullying di lingkungan sekolah.
Ia mengungkapkan, "Penguatan karakter harus menjadi perhatian utama di sekolah."
Menurutnya, berbagai persoalan seperti perundungan, konflik antarsiswa, hingga potensi kekerasan harus dicegah sejak dini melalui pembangunan harmoni di lingkungan pendidikan.
Ia juga menyebutkan bahwa kasus yang terjadi di perguruan tinggi dapat berawal dari jenjang pendidikan sebelumnya sehingga pencegahan harus dilakukan secara berkelanjutan.
Khofifah menambahkan bahwa kepala sekolah memiliki peran strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045 melalui pendidikan yang berkualitas.
Pelantikan dan Evaluasi Kinerja Kepala Sekolah
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Aries Agung Paewai menyampaikan bahwa seharusnya terdapat 130 kepala sekolah yang dilantik, namun dua di antaranya ditunda karena masih dalam proses verifikasi kondisi sekolah.
Ia mengatakan, "Dari 128 kepala sekolah yang dilantik, 56 orang merupakan promosi dari guru."
Rinciannya terdiri dari 23 guru lulusan bakal calon kepala sekolah dan 33 dari jalur nonreguler melalui program guru penggerak, sementara sisanya merupakan hasil mutasi.
Masa jabatan kepala sekolah berlangsung selama empat tahun dengan ketentuan jalur reguler dapat menjabat hingga dua periode, sedangkan jalur nonreguler hanya satu periode.
Evaluasi kinerja dilakukan melalui mekanisme penghargaan dan sanksi dengan indikator penilaian meliputi integritas, inovasi, dan kebersihan lingkungan sekolah.
Dilakukan pula pencanangan zona integritas melalui penandatanganan pakta integritas bebas korupsi, kolusi, dan nepotisme untuk memastikan tata kelola sekolah yang transparan dan akuntabel.
Khofifah juga meminta kepala sekolah membangun sinergi meskipun menghadapi keterbatasan anggaran karena alokasi pendidikan dalam RKPD tidak lebih dari 20 persen sehingga program harus tetap efektif dan berdampak.
Ia menegaskan bahwa capaian pendidikan tidak boleh menurun dan harus terus ditingkatkan mengingat kualitas pendidikan Jawa Timur saat ini berada di atas rata-rata provinsi lain.
Sebagai informasi tambahan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur masih melanjutkan pengisian jabatan kepala sekolah karena sekitar 65 posisi masih kosong dan saat ini dijabat oleh pelaksana tugas.
- Penulis :
- Shila Glorya







