Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Festival Ketupat Sumenep 2026 Digelar di Pantai Lombang untuk Lestarikan Tradisi Lebaran

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Festival Ketupat Sumenep 2026 Digelar di Pantai Lombang untuk Lestarikan Tradisi Lebaran
Foto: Festival Ketupat di Pantai Lombang Sumenep, Jawa Timur (sumber: Pemkab Sumenep)

Pantau - Pemerintah Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, menggelar Festival Ketupat di Pantai Lombang dalam rangka melestarikan tradisi Lebaran pada Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah sekaligus mempererat silaturahmi masyarakat.

Kegiatan yang menjadi agenda tahunan pemerintah daerah ini diikuti ratusan peserta yang mayoritas merupakan Aparatur Sipil Negara di lingkungan Pemkab Sumenep.

Festival tersebut bertujuan menjaga warisan budaya sekaligus memperkuat nilai kebersamaan dan gotong royong yang telah berkembang di tengah masyarakat.

Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Sumenep, Faruk Hanafi, menyatakan bahwa kegiatan ini memiliki nilai sosial dan budaya yang penting.

"Kegiatan ini memiliki nilai sosial dan budaya yang penting," ungkapnya.

Ragam Kreasi Ketupat Tradisional

Ratusan peserta membuat berbagai jenis ketupat khas daerah dengan bentuk yang beragam dan unik.

Jenis ketupat yang ditampilkan antara lain ketupat bekal atau topa’ sangoh, topa’ toju’ yang berbentuk duduk, topa’ kope’ berbentuk ikan, serta topa’ jharan yang menyerupai kuda.

Para peserta terlihat antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan yang menonjolkan kekayaan tradisi lokal tersebut.

Lomba dan Edukasi Budaya

Festival Ketupat 2026 menghadirkan dua jenis lomba utama yaitu lomba menganyam ketupat dengan berbagai kreasi serta lomba memasak menu berbahan dasar ketupat.

Lomba menganyam ketupat diikuti masyarakat umum, sementara lomba memasak melibatkan ASN, pegawai, serta pelaku usaha hotel dan restoran.

Kegiatan ini juga diarahkan untuk mendorong peningkatan ekonomi masyarakat setempat melalui promosi kuliner tradisional.

Selain itu, festival menjadi sarana edukasi budaya bagi generasi muda agar tetap mengenal dan mencintai tradisi daerah.

Upaya tersebut dilakukan agar warisan budaya tidak tergerus oleh perkembangan zaman.

Penulis :
Leon Weldrick