Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

DPR RI Dukung Pembatalan PJJ, Nilai Pembelajaran Tatap Muka Masih Paling Optimal untuk Siswa

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

DPR RI Dukung Pembatalan PJJ, Nilai Pembelajaran Tatap Muka Masih Paling Optimal untuk Siswa
Foto: (Sumber : Anggota Komisi X DPR RI Reni Astuti. Foto : Dok/Andri.)

Pantau - Anggota Komisi X DPR RI Reni Astuti mendukung keputusan pemerintah membatalkan wacana Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dan menegaskan bahwa pembelajaran tatap muka masih menjadi metode paling optimal, Kamis (26/03).

Keputusan Pendidikan Harus Melalui Kajian Mendalam

Reni menekankan bahwa setiap kebijakan di sektor pendidikan harus diambil secara hati-hati dan berbasis kajian komprehensif.

Ia menyampaikan, "Dalam membuat kebijakan, dalam hal ini sektor pendidikan, kita tidak boleh mengambil keputusan secara terburu-buru. Semua kebijakan harus melalui kajian yang mendalam agar tidak menimbulkan dampak negatif bagi siswa."

Menurutnya, keputusan pembatalan PJJ oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti pada Rabu (25/03) merupakan langkah tepat.

Ia menilai pembelajaran tatap muka masih menjadi pilihan terbaik dalam mendukung proses belajar mengajar.

Tatap Muka Dukung Interaksi dan Karakter Siswa

Reni menjelaskan bahwa interaksi langsung antara guru dan siswa berperan penting dalam pemahaman materi serta pembentukan karakter dan perkembangan sosial.

Ia mengungkapkan, "Sekolah tatap muka tetap menjadi pilihan terbaik saat ini, karena memberikan pengalaman belajar yang lebih utuh, baik dari sisi akademik maupun pembentukan karakter."

Ia juga menekankan pentingnya inovasi pendidikan yang tetap terukur tanpa mengorbankan kualitas pembelajaran.

Reni mendorong pemerintah melibatkan berbagai pemangku kepentingan dalam perumusan kebijakan pendidikan.

Ia menambahkan, "Tujuan utama pendidikan adalah mencetak generasi yang unggul. Oleh karena itu, setiap kebijakan harus benar-benar matang dan berorientasi pada masa depan anak-anak kita."

Dalam konteks efisiensi energi, ia mengingatkan agar kebijakan kerja dari rumah (work from home) diterapkan pada sektor yang tepat tanpa mengganggu proses pendidikan.

Penulis :
Ahmad Yusuf