Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

BRIN Kembangkan Sapi Unggul dan Pakan Ternak untuk Tekan Impor Susu Nasional

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

BRIN Kembangkan Sapi Unggul dan Pakan Ternak untuk Tekan Impor Susu Nasional
Foto: Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria dan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy meninjau salah satu pojok pameran pada acara International Strategic Meeting on Scientific Pathways for Sustainable Livestock Industry Transformation di Kantor BRIN, Jakarta, Jumat 27/6/2026 (sumber: ANTARA/Sean Filo Muhamad)

Pantau - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melakukan riset pengembangan sapi unggul dan pakan ternak guna mengurangi ketergantungan impor hasil ternak dan susu di Indonesia.

Riset Sapi Unggul dan Kolaborasi Strategis

Kepala BRIN Arif Satria menyampaikan bahwa fokus utama riset adalah peningkatan kualitas ternak melalui pendekatan ilmiah.

"Riset yang saat ini dikembangkan BRIN adalah bagaimana kita menghasilkan sapi-sapi unggul melalui breeding dan juga nutrisi untuk pakan ternak," ungkapnya.

Riset tersebut terus didorong karena BRIN memiliki program unggulan di bidang pangan yang juga mencakup sektor peternakan.

Dalam pelaksanaannya, BRIN menggandeng berbagai pihak seperti perguruan tinggi, Kementerian Pertanian, serta mitra swasta.

"Partner swasta ini memang bisa bersinergi dengan BRIN untuk menghasilkan inovasi-inovasi tersebut," ujarnya.

Kolaborasi ini bertujuan untuk meningkatkan produksi dan produktivitas susu dalam negeri sehingga dapat menekan ketergantungan impor.

Tahap Awal dan Target Peternakan Berkelanjutan

Tahap pertama yang dilakukan adalah riset untuk menghasilkan sapi unggul yang mampu meningkatkan produksi susu nasional.

"Oleh karena itu, saat ini yang sedang dilakukan pada tahap pertama adalah riset untuk menghasilkan sapi-sapi unggul, untuk bisa menghasilkan produksi susu yang meningkat tersebut," jelas Arif.

Selain peningkatan produksi, BRIN juga menaruh perhatian pada riset yang adaptif terhadap perubahan iklim.

Upaya ini diarahkan untuk menciptakan sistem peternakan yang tangguh dan berkelanjutan di masa depan.

"Supaya yang tercipta adalah sustainable livestock. Jadi, bagaimana kita menciptakan peternakan yang berkelanjutan," katanya.

Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menegaskan pentingnya penguatan penelitian dan pengembangan dalam meningkatkan produktivitas sektor peternakan nasional.

Peran BRIN dinilai strategis dalam membangun fondasi peningkatan produktivitas di berbagai subsektor peternakan.

"Bibit adalah sumber daripada kemajuan peningkatan produksi dan produktivitas," ungkap Rachmat.

Penulis :
Leon Weldrick