Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Polresta Ambon Kerahkan 637 Personel Amankan Tradisi Pukul Sapu Mamala-Morela

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Polresta Ambon Kerahkan 637 Personel Amankan Tradisi Pukul Sapu Mamala-Morela
Foto: (Sumber : Ilustrasi. Seorang pemuka adat mengambil minyak Mamala atau Tasala untuk dibawa ke rumah raja dan dibacakan doa di Malama, Maluku Tengah. Ada cerita yang juga berkembang bahwa asal tradisi itu berawal dari sejarah masyarakat di Maluku Tengah saat bertempur mempertahankan Benteng Kapapaha dari serbuan Penjajah.ANTARA FOTO/Atika Fauziyyah/pras..)

Pantau - Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease menyiagakan 637 personel untuk mengamankan pelaksanaan tradisi pukul sapu di Negeri Mamala dan Morela, Kabupaten Maluku Tengah, yang digelar pada 7 Syawal.

Pengamanan Diperketat di Lokasi dan Akses

Kapolresta Kombes Pol Yoga Putra Prima Setya mengatakan ratusan personel tersebut diterjunkan untuk memastikan kegiatan adat berlangsung aman dan tertib.

“Sebanyak 637 personel kami siagakan untuk melakukan pengamanan di lokasi kegiatan maupun di jalur-jalur yang dilalui masyarakat menuju lokasi tradisi pukul sapu Mamala-Morela,” ungkapnya.

Ia menjelaskan pengamanan mencakup pengaturan lalu lintas, pengawasan titik keramaian, serta antisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.

Personel ditempatkan di berbagai titik strategis seperti akses masuk desa, persimpangan jalan, hingga area utama pelaksanaan tradisi.

Tradisi Adat Sarat Nilai Sejarah

Polresta Ambon juga telah menggelar apel kesiapan untuk memastikan seluruh personel memahami tugas dan bertindak profesional serta humanis di lapangan.

“Petugas harus cepat dan tanggap terhadap setiap potensi permasalahan serta mengedepankan pendekatan persuasif kepada masyarakat,” katanya.

Masyarakat yang hadir diimbau untuk menjaga ketertiban dan mengikuti arahan petugas demi kelancaran acara.

Tradisi pukul sapu sendiri merupakan ritual adat tahunan yang dilakukan dengan saling menyabetkan lidi sebagai simbol penghormatan dan mengenang sejarah perjuangan masyarakat setempat.

Sebagai informasi tambahan, tradisi ini menjadi bagian dari warisan budaya Maluku yang memperkuat nilai kebersamaan serta identitas lokal masyarakat Mamala dan Morela.

Penulis :
Aditya Yohan