Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Warga Tebet Gambar Ulang Zebra Cross Bergaya Pac Man, Soroti Minimnya Fasilitas Penyeberangan Aman

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Warga Tebet Gambar Ulang Zebra Cross Bergaya Pac Man, Soroti Minimnya Fasilitas Penyeberangan Aman
Foto: Warga menggambar ulang jalur penyeberangan (zebra cross) di kawasan Tebet, Jakarta Selatan sebagai marka jalan, Jakarta, Senin 30/3/2026 (sumber: ANTARA/Luthfia Miranda Putri)

Pantau - Warga menggambar ulang zebra cross di Jalan Prof. DR. Soepomo, Tebet, Jakarta Selatan, sebagai respons atas hilangnya marka penyeberangan yang dinilai membahayakan pejalan kaki.

Aksi Warga Soroti Risiko Keselamatan

Relawan Rafli Zulkarnaen atau Ijoel menyampaikan bahwa keberadaan zebra cross merupakan kebutuhan mendasar bagi keselamatan warga di lokasi yang memiliki titik buta atau blind spot.

"Yang penting fasilitas yang kami butuhkan ada dan aman. Apalagi di situ bahaya banget kalau nggak ada penanda untuk pejalan kaki," ungkapnya.

Ia menjelaskan bahwa pihaknya menerima banyak keluhan dari masyarakat sekitar, termasuk pengguna fasilitas umum seperti jamaah gereja dan orang tua murid sekolah.

"Jamaah gereja, bahkan orang tua murid sekolah dekat situ komplain. Mereka bilang ibu-ibu yang mau ke gereja atau anak sekolah susah menyeberang karena zebra cross-nya nggak ada," ujarnya.

Aksi tersebut melibatkan kolaborasi warga dan seniman dengan menghadirkan desain karakter gim Pac Man yang tetap mempertahankan fungsi utama zebra cross.

"Ini bentuk keresahan. Kami sebagai warga nggak mau tahu itu urusan dinas mana, yang penting fasilitas yang kami butuhkan ada dan aman," kata Ijoel.

Ia menambahkan bahwa desain kreatif dipilih untuk menarik perhatian tanpa mengurangi fungsi keselamatan.

"Tujuannya supaya lebih menarik, tapi tetap fungsional. Kami pastikan 80 persen itu tetap terlihat sebagai zebra cross supaya fungsinya terjaga dan tidak membahayakan," jelasnya.

Tanggapan Dinas dan Rencana Perbaikan

Dinas Bina Marga DKI Jakarta mengapresiasi inisiatif warga, namun menegaskan bahwa pembuatan marka jalan harus mengikuti standar teknis yang berlaku.

Kapusdatin Dinas Bina Marga Siti Dinarwenny menyatakan bahwa aturan tersebut penting untuk menjamin keselamatan seluruh pengguna jalan.

"Hal ini penting untuk memastikan aspek keselamatan seluruh pengguna jalan, baik pejalan kaki maupun pengendara kendaraan bermotor, serta mencegah potensi distraksi yang dapat mengganggu konsentrasi berkendara," ungkapnya.

Ia menjelaskan bahwa hilangnya zebra cross sebelumnya disebabkan oleh pekerjaan pemeliharaan jalan dan pembangunan trotoar pada akhir 2025, yang membuat marka lama tertutup lapisan aspal baru.

Pemasangan ulang belum dapat dilakukan segera karena penggunaan material thermoplastic membutuhkan kondisi permukaan jalan yang kering secara optimal.

Pemerintah telah menetapkan lokasi tersebut sebagai prioritas pemeliharaan marka jalan tahun 2026 dan berencana membangun kembali zebra cross dalam waktu dekat.

Penulis :
Shila Glorya