Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Baznas Ajak Amil Tingkatkan Profesionalisme demi Maksimalkan Dampak Zakat bagi Masyarakat

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Baznas Ajak Amil Tingkatkan Profesionalisme demi Maksimalkan Dampak Zakat bagi Masyarakat
Foto: (Sumber : Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI Sodik Mudjahid (kiri) dalam kegiatan Halalbihalal bersama para amil Baznas, yang digelar di Gedung Baznas RI, Jakarta, Senin (30/3/2026). ANTARA/HO-Baznas RI..)

Pantau - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) mengajak seluruh amil zakat di Indonesia untuk memperkuat kinerja dan profesionalisme dalam mengelola zakat, infak, dan sedekah (ZIS).

Dorongan Peningkatan Kinerja dan Kepercayaan Publik

Ketua Baznas RI Sodik Mudjahid menegaskan bahwa momentum Ramadhan harus menjadi sarana peningkatan kualitas diri, termasuk dalam menjalankan amanah sebagai amil zakat.

"Ramadhan adalah super training untuk mempercepat peningkatan ketakwaan kepada Allah. Setelah itu, kita diharapkan menjadi pribadi yang lebih sabar, tangguh, jujur, disiplin, peduli, dan gemar beristighfar ataupun evaluasi diri," ungkapnya.

Ia menekankan nilai-nilai tersebut harus tercermin dalam kinerja amil guna membangun kepercayaan publik terhadap pengelolaan zakat.

Sodik juga menargetkan Baznas menjadi lembaga yang mudah diingat masyarakat sebagai pengelola zakat terpercaya.

"Kami ingin Baznas menjadi top of mind, sehingga ketika orang berpikir tentang zakat, yang diingat adalah Baznas sebagai lembaga yang terpercaya," ujarnya.

Target Pengumpulan dan Transformasi Digital

Baznas menargetkan pengumpulan zakat nasional mencapai Rp160 triliun dan Baznas pusat sebesar Rp10 triliun pada 2031.

Untuk mencapai target tersebut, Baznas mendorong transformasi digital serta memperluas kolaborasi dengan berbagai pihak agar layanan semakin mudah diakses masyarakat.

Sementara itu, Deputi I Baznas RI Arifin Purwakananta melaporkan pengumpulan zakat selama Ramadhan 2026 telah mencapai Rp480 miliar atau sekitar 94 persen dari target Rp515 miliar.

Ia juga mengajak masyarakat untuk tetap mempercayai Baznas di tengah berbagai isu yang beredar.

"Ternyata isu-isu yang salah di publik itu memberikan dampak yang luar biasa kepada Baznas. Tapi karena kita meyakini bahwa kita tidak salah, tidak ada korupsi di Baznas, dan kita juga menyalurkan sesuai yang diatur oleh negara dan syariah, karena itu kami meyakini apa yang akan terjadi ke depan adalah kebaikan-kebaikan," tutur Arifin.

Penulis :
Aditya Yohan