
Pantau - Presiden Prabowo Subianto memerintahkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan instansi terkait segera turun ke lokasi terdampak gempa magnitudo 7,6 di wilayah Maluku Utara dan Sulawesi Utara pada Kamis pagi.
Perintah Cepat dan Koordinasi Nasional
Kepala BNPB Suharyanto menyatakan Presiden telah menerima laporan gempa dan langsung menginstruksikan percepatan penanganan darurat di wilayah terdampak.
"Bapak Presiden sejak tadi pagi sudah mendapat laporan dan sudah memerintahkan kami BNPB, BMKG Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, dan Basarnas Badan SAR Nasional di bawah koordinasi Bapak Menko PMK Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno untuk terus langsung membantu masyarakat terdampak," ungkapnya.
Ia menambahkan, "Dan kami sudah diperintahkan di kesempatan awal hari ini juga sudah harus berangkat ke daerah bencana."
BNPB juga meminta seluruh unsur daerah seperti BPBD, TNI, Polri, serta kementerian dan lembaga untuk berkolaborasi mengaktifkan posko tanggap darurat di setiap kabupaten dan kota.
"Dari posko itu yakinkan kebutuhan dasar masyarakat terdampak seperti logistik makanan, pakaian, air bersih, dan sebagainya ini betul-betul bisa dipenuhi," ujarnya.
Pendataan Kerusakan dan Pencarian Korban
BNPB meminta pemerintah daerah segera melakukan pendataan dan verifikasi kerusakan yang mencakup rumah warga, rumah sakit, serta fasilitas umum lainnya.
"Mohon ini juga segera dibentuk tim untuk melakukan asesmen, melakukan verifikasi sehingga data-data yang hari ini baru terkumpul sebagian, semakin hari, semakin lengkap dan semakin sempurna," kata Suharyanto.
Ia juga menekankan pentingnya kehadiran langsung Kepala Pelaksana BPBD di tengah masyarakat terdampak guna memastikan penanganan berjalan cepat.
"Di satu sisi memberikan informasi yang betul dan di sisi lain apabila ada masyarakat terdampak yang mendapat kesusahan atau asetnya atau rumahnya rusak, segera bisa dilaporkan dan dilakukan penggantian pada kesempatan pertama," ujarnya.
BNPB turut meminta Basarnas membentuk tim khusus untuk pencarian dan pertolongan korban.
"Mungkin masih ada korban-korban lain yang perlu dicari, perlu ditemukan, perlu ditolong, ini segera juga akan dibentuk tim-tim pencarian dan pertolongan," ungkapnya.
Suharyanto memastikan tim gabungan pemerintah pusat segera diberangkatkan ke wilayah terdampak untuk melakukan rapat koordinasi setibanya di lokasi.
"Nanti sesampainya kami di sana, kita akan rapat lebih rinci untuk membahas, menemukan, dan menyelesaikan segala permasalahan penanggulangan bencana yang ada di daerah," katanya.
Gempa magnitudo 7,6 terjadi di perairan Bitung pada Kamis pukul 06.48 WITA dan terasa kuat hingga Kota Manado.
Dampak gempa menyebabkan kerusakan bangunan termasuk Gedung KONI Sario di Manado yang mengalami rusak berat serta menimbulkan satu korban jiwa.
- Penulis :
- Arian Mesa








