
Pantau - Gereja Katedral Jakarta mengajak kaum muda untuk memiliki iman dan resiliensi di tengah krisis global dalam rangkaian ibadah Jumat Agung 2026.
Imam Gereja Katedral Jakarta Romo Yohanes Deodatus menyampaikan ajakan tersebut melalui pertunjukan "Jalan Salib Kreatif" yang mengangkat kisah Petrus.
Ia mengatakan, "Ketika kita percaya kepada Tuhan, maka selalu ada jalan."
Yohanes menambahkan, "Harapannya, di tengah krisis global saat ini, kaum muda selalu memiliki iman untuk bertahan dalam situasi sulit."
Jalan Salib Kreatif Angkat Kisah Petrus
Pertunjukan tersebut menggambarkan sosok Petrus sebagai nelayan yang menghadapi kesulitan, namun tetap gigih dan percaya kepada Tuhan.
Yohanes menjelaskan, "Allah berkarya dalam hidup manusia, membantu kita menemukan makna di semua hal yang kita lakukan, sehingga tidak jatuh dalam keputusasaan."
Ia juga mengingatkan pentingnya memiliki arah hidup, rendah hati, dan menjauhi sikap sombong dalam menghadapi tantangan.
Ibadah dan Pesan Pengorbanan Cinta
Dalam rangkaian ibadah, umat juga diajak memaknai pengorbanan sebagai bentuk cinta kepada Tuhan.
Yohanes mengungkapkan, "Yesus mengajarkan bahwa cinta yang tulus dan utuh adalah cinta yang rela berkorban sepenuhnya."
Sementara itu, Kepala Humas Keuskupan Agung Jakarta Susyana Suwadie menjelaskan tema yang diangkat yakni "Lux in Nihilo".
Ia mengatakan, "Mengajak perjalanan iman untuk keluar dari krisis makna, dari gelap menuju terang."
Katedral Jakarta menyediakan 5.000 kursi setiap hari selama rangkaian Tri Hari Suci dan menyelenggarakan ibadah secara hibrida untuk memfasilitasi umat.
Ibadah Jumat Agung digelar dalam tiga sesi setelah Jalan Salib pada pukul 12.00 WIB, 15.00 WIB, dan 18.00 WIB.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf








