
Pantau - Kementerian Agama berkoordinasi intensif dengan Panitia Nasional Waisak 2026 Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi) untuk mempersiapkan perayaan Tri Hari Suci Waisak di Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.
Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha Kementerian Agama Supriyadi mengatakan berbagai aktivitas perayaan sedang dipersiapkan guna memberikan fasilitas dan kenyamanan bagi umat Buddha yang akan hadir dalam perayaan tersebut.
“Berbagai aktivitas perayaan sedang dipersiapkan untuk memberikan fasilitas dan kenyamanan bagi umat Buddha,” ungkap Supriyadi.
Perayaan Waisak di Borobudur nantinya akan dihadiri umat Buddha dari Jawa Tengah maupun berbagai daerah lain di Indonesia.
Supriyadi menegaskan pemerintah memiliki tanggung jawab untuk memastikan hak beragama setiap umat dapat terlayani dengan baik.
“Seluruh umat beragama memiliki hak yang sama untuk menjalankan ibadah,” katanya.
Koordinasi Lintas Lembaga untuk Kelancaran Waisak
Kementerian Agama juga terus menjalin komunikasi dan koordinasi dengan berbagai kementerian, lembaga terkait, serta pemerintah daerah untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan Waisak berjalan lancar dan khidmat.
Menurut Supriyadi, persiapan dilakukan bersama seluruh pihak terkait agar umat Buddha dapat menjalankan ibadah dengan penuh kekhusyukan.
Selain sebagai kegiatan ibadah, peringatan Waisak di kawasan Borobudur juga dinilai menjadi ruang pengembangan spiritualitas masyarakat.
“Kawasan Borobudur merupakan ruang publik yang inklusif dan terbuka bagi siapa saja,” ujar Supriyadi.
Ia menambahkan kawasan tersebut dapat memberikan pengalaman spiritual dan budaya bagi masyarakat yang berkunjung.
Kapasitas Lapangan Kenari Hanya Menampung 10 Ribu Orang
Kementerian Agama menyebut kapasitas Lapangan Kenari di kawasan Candi Borobudur hanya mampu menampung sekitar 10 ribu orang selama perayaan Waisak berlangsung.
Karena keterbatasan kapasitas tersebut, sebagian pengunjung nantinya akan berada di luar area Lapangan Kenari.
Pemerintah juga menegaskan pemanfaatan Candi Borobudur untuk kegiatan keagamaan telah diatur dalam Undang-Undang Cagar Budaya.
Pendekatan pelestarian kebudayaan tetap menjadi dasar dalam pemanfaatan kawasan candi untuk kegiatan keagamaan.
Dengan pendekatan tersebut, keberadaan Candi Borobudur diharapkan tetap memberikan manfaat bagi seluruh masyarakat.
Tri Hari Suci Waisak sendiri merupakan perayaan keagamaan umat Buddha untuk memperingati tiga peristiwa penting, yakni kelahiran Pangeran Sidharta, tercapainya penerangan sempurna oleh Sang Buddha, dan Buddha Gautama parinibana atau wafat.
- Penulis :
- Leon Weldrick





