
Pantau - Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Selatan mengerahkan 190 truk berbagai ukuran untuk menangani penumpukan sampah di wilayahnya, Senin (6/4).
Upaya Pengangkutan dan Penanganan Sampah
Kepala Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Selatan Dedy Setiono mengatakan armada tersebut digunakan untuk mengangkut sampah dari lingkungan warga menuju tempat penampungan sementara.
"Truk digunakan untuk mengangkut sampah dari lingkungan warga hingga tempat penampungan sementara (TPS)," ungkapnya.
Ia menjelaskan armada yang dikerahkan terdiri dari berbagai jenis seperti dump truck mini, truk arm roll, truk compactor, hingga truk typer berkapasitas besar.
Sebanyak 1.107 petugas turut diterjunkan setiap hari guna mencegah penumpukan sampah di 10 kecamatan di Jakarta Selatan.
"Volume sampah di Jakarta Selatan mencapai sekitar 1.120 ton per hari. Jumlah ini cenderung meningkat pada momen libur panjang maupun hari raya keagamaan," ujarnya.
Proses Pengolahan dan Imbauan ke Warga
Dedy menjelaskan sampah yang telah dikumpulkan kemudian dipilah berdasarkan jenis untuk diolah lebih lanjut.
Sampah organik dimanfaatkan menjadi kompos melalui metode maggot, sedangkan sampah plastik diolah menjadi produk kerajinan bernilai ekonomis.
"Untuk sampah residu dikumpulkan di TPS untuk selanjutnya dibuang ke TPST Bantar Gebang," katanya.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan serta melakukan pemilahan sampah sejak dari sumber sesuai Peraturan Gubernur Nomor 77 Tahun 2020.
Sebagai informasi tambahan, volume sampah di DKI Jakarta pada 2025 mencapai lebih dari 7.900 ton per hari dan dikelola melalui pengurangan di sumber serta pemrosesan di TPST Bantargebang.
- Penulis :
- Aditya Yohan








