HOME  ⁄  Nasional

Rachmat Gobel: Investasi Jepang di Indonesia Serius, Bukan Sekadar MoU

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Rachmat Gobel: Investasi Jepang di Indonesia Serius, Bukan Sekadar MoU
Foto: (Sumber : Anggota Komisi VI DPR RI, Rachmat Gobel. Foto: Farhan/Alma.)

Pantau - Anggota Komisi VI DPR RI Rachmat Gobel menegaskan investasi Jepang di Indonesia tidak sekadar formalitas diplomasi, melainkan komitmen serius yang harus direalisasikan di lapangan.

Pernyataan tersebut disampaikan Gobel menanggapi penandatanganan 10 memorandum of understanding (MoU) antara Indonesia dan Jepang saat kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Tokyo. Nilai total kerja sama tersebut mencapai 22,6 miliar dolar AS atau sekitar Rp384 triliun.

“Ini bukan basa-basi dan formalitas diplomasi karena kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Jepang. Tantangannya adalah di tingkat pelaksana lapangan,” kata Gobel dalam keterangannya di Jakarta, Minggu.

Kesepakatan yang ditandatangani mencakup berbagai sektor strategis, antara lain energi, teknologi, keuangan, hingga industri.

Salah satu kerja sama adalah antara Kaltim Methanol Industry dan PT Pupuk Kalimantan Timur untuk memproduksi metanol dengan memanfaatkan emisi karbon di Bontang.

Selain itu terdapat kerja sama antara Inpex dan Pertamina terkait pengembangan lapangan gas abadi Blok Masela, serta peluang kemitraan sektor hulu migas di Indonesia dan Asia Tenggara.

Kerja sama lain meliputi pengembangan ekosistem semikonduktor antara Hayashi Kinzoku Co Ltd dan PT Eblo Teknologi Indonesia Development, proyek pembangkit listrik panas bumi Rajabasa, hingga penguatan ekosistem emas dan inklusi keuangan antara Bank SMBC Indonesia dan PT Pegadaian.

Kesepakatan juga mencakup kerja sama investasi penerbangan melalui Mandiri Aviation Leasing Fund, kemitraan industri kecantikan, serta penguatan kerja sama perdagangan antara Kadin Jepang dan Kadin Indonesia.

Gobel mengakui terdapat pandangan bahwa sebagian proyek tersebut merupakan proyek lama yang belum terealisasi, sehingga muncul keraguan bahwa MoU akan berhenti pada tahap penandatanganan.

Namun menurutnya, Jepang memiliki komitmen kuat untuk merealisasikan investasi tersebut.

Ia menambahkan Presiden Prabowo telah memberikan jaminan kepastian dan kenyamanan investasi kepada para pelaku usaha Jepang, yang disambut positif oleh kalangan bisnis di negara tersebut.

“Hambatannya adalah di lapangan,” ujar Gobel.

Gobel juga meminta kementerian serta pemerintah daerah memberikan kemudahan bagi investor dan menyesuaikan regulasi agar proses investasi berjalan lancar.

Ia optimistis sejumlah proyek strategis seperti Blok Masela serta kerja sama investasi dengan Mandiri Investment Management dapat terealisasi.

Dalam kunjungan tersebut, Presiden juga bertemu dengan para pimpinan perusahaan besar Jepang seperti Mitsubishi, Mitsui, Tokyogas, Marubeni, Sumitomo, Toyota, Panasonic, Inpex, dan Takeda, serta perwakilan asosiasi bisnis Jepang Kaidanren.

Menurut Gobel, pertemuan dengan para pengambil keputusan tersebut diharapkan dapat mempercepat realisasi kerja sama investasi antara kedua negara.

Penulis :
Aditya Yohan