
Pantau - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem selama masa pancaroba atau peralihan musim hujan ke kemarau.
Imbauan tersebut disampaikan oleh BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap di Jawa Tengah, Rabu (8/4/2026).
Potensi Hujan Lebat dan Angin Kencang
Ketua Tim Kerja Pelayanan Data dan Diseminasi Informasi BMKG Teguh Wardoyo menyebut masa pancaroba ditandai cuaca yang tidak menentu.
Ia mengatakan, "Pada periode ini, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang."
BMKG mencatat hujan lebat terjadi di sejumlah wilayah Banyumas pada Senin (6/4) dengan intensitas mencapai 84 milimeter di Rempoah, 87 milimeter di Cikidang, dan 78 milimeter di Sumbang.
Menurutnya, kondisi tersebut dipicu oleh atmosfer yang labil dan pemanasan permukaan yang intens sehingga memicu pertumbuhan awan Cumulonimbus secara maksimal.
Dampak dan Imbauan Keselamatan
BMKG memperkirakan potensi hujan lebat disertai petir masih akan terjadi dalam beberapa hari ke depan, terutama pada malam hingga dini hari.
Teguh menjelaskan, "Kondisi atmosfer yang labil selama masa transisi menyebabkan pertumbuhan awan konvektif menjadi lebih aktif, sehingga berpotensi menimbulkan hujan lebat dalam durasi singkat."
Cuaca ekstrem ini berpotensi menimbulkan dampak seperti pohon tumbang, genangan air, hingga gangguan aktivitas masyarakat.
BMKG mengimbau masyarakat menghindari aktivitas luar ruangan saat cuaca buruk serta memastikan lingkungan aman, termasuk memangkas dahan rapuh dan memperbaiki saluran air.
Selain itu, nelayan dan pengguna transportasi laut diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca mendadak.
Teguh menegaskan, "Dengan meningkatnya kewaspadaan, diharapkan potensi dampak dari cuaca ekstrem selama masa pancaroba dapat diminimalkan."
- Penulis :
- Ahmad Yusuf









