HOME  ⁄  Nasional

Distribusi 20 Ribu Motor BGN Diprioritaskan ke Daerah Sulit untuk Dukung Program Makan Bergizi Gratis

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Distribusi 20 Ribu Motor BGN Diprioritaskan ke Daerah Sulit untuk Dukung Program Makan Bergizi Gratis
Foto: Kepala BGN Dadan Hindayana menjawab pertanyaan wartawan saat jelang taklimat di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu 8/4/2026

Pantau - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menyampaikan pengadaan sekitar 20 ribu sepeda motor diperuntukkan bagi Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) guna mendukung operasional program Makan Bergizi Gratis (MBG), terutama di wilayah dengan akses transportasi yang sulit.

Distribusi Motor untuk Wilayah Sulit Dijangkau

Pernyataan tersebut disampaikan Dadan menjelang taklimat bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu 8 April 2026.

Ia menjelaskan bahwa motor akan didistribusikan untuk kebutuhan operasional seluruh petugas SPPG dengan prioritas daerah yang sulit dijangkau.

"Kita akan distribusikan nanti untuk operasional, seluruh orang yang ada di SPPG, terutama di daerah-daerah yang sulit," ungkapnya.

Dadan menyebutkan pengadaan motor merupakan bagian dari perencanaan tahun 2025 dengan total 25 ribu unit yang dipesan dan telah terealisasi sebanyak 21.801 unit.

Ia menegaskan bahwa motor tersebut akan menjadi sarana penting untuk memastikan kelancaran distribusi program MBG hingga ke wilayah terpencil.

Dukung Program MBG hingga Pelosok Desa

Menurut Dadan, program MBG menyasar wilayah desa dan daerah terpencil yang sulit diakses kendaraan selain sepeda motor.

"Program ini kan menjangkau daerah-daerah yang akan sangat sulit, menjangkau desa-desa, daerah-daerah yang memang hanya bisa dengan motor," ia mengungkapkan.

Ia menambahkan bahwa untuk tahun 2026 tidak ada rencana penambahan unit motor baru.

Sebelumnya, pada Selasa 7 April 2026, Dadan menyatakan motor yang telah dianggarkan sejak 2025 belum dibagikan secara resmi karena masih harus melalui proses administrasi sebagai barang milik negara.

Proses realisasi pengadaan motor tersebut dilakukan secara bertahap sejak Desember 2025.

Pernyataan ini juga disampaikan untuk menanggapi video yang beredar di media sosial yang memperlihatkan sepeda motor berlogo BGN.

Penulis :
Shila Glorya