HOME  ⁄  Nasional

Otorita IKN Libatkan Warga sebagai Garda Terdepan Berantas Malaria dan DBD di Kawasan Ibu Kota Baru

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Otorita IKN Libatkan Warga sebagai Garda Terdepan Berantas Malaria dan DBD di Kawasan Ibu Kota Baru
Foto: Masyarkat saat mengikuti pelatihan untuk pembentukan tim kader kesehatan membebaskan IKN dari penyakit malaria dan DBD (sumber: Humas Otorita IKN)

Pantau - Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) menyiapkan masyarakat sebagai garda terdepan untuk membebaskan kawasan IKN dari penyakit malaria dan demam berdarah dengue (DBD) di wilayah Kalimantan Timur.

IKN yang dibangun di sebagian wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kartanegara kini difokuskan pada penguatan sistem kesehatan berbasis masyarakat.

Direktur Pelayanan Dasar Otorita IKN Suwito menyatakan bahwa pembangunan kesehatan menempatkan masyarakat sebagai aktor utama.

Ia menegaskan, "Pembangunan kesehatan menempatkan masyarakat sebagai aktor utama."

Ia juga menyampaikan, "Langkah itu sekaligus memperkuat upaya promotif dan preventif guna mewujudkan IKN yang bebas dari malaria dan DBD."

Peran Masyarakat dan Kader Kesehatan

Otorita IKN membentuk tim kader kesehatan dari masyarakat untuk menjalankan edukasi warga, pengendalian vektor, dan pencegahan penyakit secara berkelanjutan.

Suwito menambahkan, "Keterlibatan masyarakat menjadi kunci dalam memutus rantai penularan, karean pengendalian malaria dan DBD tidak bisa hanya dilakukan sektor kesehatan saja, tetapi juga peran dari masyarakat."

Saat ini kawasan Kawasan Inti Pusat Pemerintah (KIPP) IKN tidak memiliki penularan malaria lokal, namun kasus DBD masih menjadi tantangan utama.

Otorita IKN menargetkan penurunan kasus DBD hingga 50 persen melalui penguatan sistem kewaspadaan dini dan peningkatan peran masyarakat.

Area hunian dan lokasi konstruksi menjadi perhatian karena berisiko tinggi akibat genangan air yang dapat menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk.

Sebelum pembentukan kader, Otorita IKN telah memberikan pelatihan pencegahan malaria dan DBD kepada pengelola hunian serta tim kesehatan dan keselamatan kerja di wilayah KIPP IKN.

Peserta pelatihan diproyeksikan menjadi kader kesehatan yang berperan dalam edukasi masyarakat, pengendalian lingkungan, dan pencegahan penyakit di tempat kerja masing-masing.

Dukungan Pemerintah dan Program Nasional

Perwakilan Kementerian Kesehatan Bambang Siswanto menyatakan pentingnya pendekatan berbasis masyarakat dalam pengendalian penyakit di kawasan strategis seperti IKN.

Ia menyampaikan, "Pemerintah pusat juga tengah menyusun konsep kawasan bebas jentik untuk area khusus seperti kawasan industri dan kawasan IKN."

Kementerian Kesehatan menggencarkan program Kampung Bebas Jentik untuk mengendalikan vektor penyakit seperti malaria dan DBD yang telah diuji coba di sejumlah daerah termasuk Kalimantan Timur, khususnya Kabupaten Penajam Paser Utara.

Dalam program tersebut, peran utama berada pada camat, kepala desa, dan pemerintah daerah, sementara tenaga kesehatan bertindak sebagai pendamping teknis.

Tantangan pengendalian penyakit meningkat seiring aktivitas pembangunan, terutama di area konstruksi yang rawan genangan air.

Perwakilan HSE Paket Proyek Yudikatif IKN Reza menyampaikan bahwa pekerja baru menjalani skrining kesehatan saat masuk lokasi proyek.

Skrining tersebut meliputi pengecekan riwayat penyakit dan asal daerah pekerja guna mencegah potensi penularan penyakit di kawasan proyek.

Penulis :
Arian Mesa