HOME  ⁄  Nasional

Pengamat Sebut Faktor Mekanis Diduga Jadi Penyebab Kecelakaan Helikopter di Sekadau

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Pengamat Sebut Faktor Mekanis Diduga Jadi Penyebab Kecelakaan Helikopter di Sekadau
Foto: (Sumber : Personil Lanud Supadio dan tim SAR Pontianak mengangkut kantong jenazah korban helikopter PK-CFX berjenis Airbus H-130 tipe H-130T2 yang menewaskan delapan orang, termasuk pilot, Jumat (17/4/2026). ANTARA/HO-Lanud Supadio/am..)

Pantau - Pengamat transportasi udara menduga faktor mekanis atau perawatan pesawat menjadi penyebab kecelakaan helikopter Airbus H130 PK-CFX di Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat, Kamis (16/4).

Analisis Awal Penyebab Kecelakaan

Pengamat transportasi udara Kalbar Syarif Usmulyani Alqadrie mengatakan kondisi cuaca saat kejadian relatif aman sehingga kecil kemungkinan menjadi penyebab utama.

"Dari lima faktor, faktor cuaca bisa dikesampingkan karena berdasarkan rekaman dan kesaksian di lokasi kejadian, kondisi cuaca saat helikopter jatuh dilaporkan cerah dan tidak terjadi hujan maupun gangguan cuaca ekstrem," katanya.

Ia menjelaskan dalam dunia penerbangan terdapat lima faktor utama penyebab kecelakaan, yakni faktor manusia, cuaca, gangguan atmosfer, kondisi landasan, serta faktor mekanikal.

"Dari rekaman, posisi helikopter saat jatuh tidak langsung terjun bebas, tetapi seperti masih berusaha melakukan pendaratan. Ini mengindikasikan kemungkinan adanya masalah pada sistem mekanikal, khususnya rotor utama atau sistem penggeraknya," ujarnya.

Soroti Sistem dan Respons Darurat

Syarif menilai faktor manusia dalam kecelakaan tersebut relatif kecil dibandingkan aspek teknis.

"Untuk human factor, saya melihat kemungkinan hanya sekitar 10 persen. Selebihnya lebih dominan pada aspek teknis dan mekanikal," katanya.

Ia juga menyoroti lambatnya respons setelah helikopter hilang kontak yang dinilai perlu evaluasi sistem komunikasi penerbangan.

"Dalam standar penerbangan, jika pesawat kehilangan kontak selama lima hingga sepuluh menit, itu sudah menjadi peringatan serius bagi pihak terkait seperti AirNav," ujarnya.

Ia berharap investigasi resmi dapat mengungkap penyebab pasti kecelakaan secara menyeluruh agar kejadian serupa tidak terulang.

Penulis :
Ahmad Yusuf