HOME  ⁄  Nasional

Puluhan Balita dan Ibu Keracunan di Cianjur, Mayoritas Korban Sudah Pulih

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Puluhan Balita dan Ibu Keracunan di Cianjur, Mayoritas Korban Sudah Pulih
Foto: (Sumber: Sejumlah ibu dan balita di Kecamatan Leles, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat masih mendapatkan perawatan di puskesmas setempat setelah diduga mengalami keracunan usai menyantap menu Makan Bergizi Gratis, Minggu (19/4/2026). ANTARA/Ahmad Fikri.)

Pantau - Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur menyatakan sebagian besar dari 63 balita dan ibu yang mengalami keracunan usai menyantap program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah pulih pada Minggu (19/4/2026).

Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur menyebutkan saat ini hanya beberapa korban yang masih menjalani perawatan medis.

"Hanya tinggal hanya beberapa yang masih menjalani perawatan," ujar pihak Dinkes.

Keracunan tersebut terjadi di Desa Purabaya dan Desa Sukasirna, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, dengan total korban mencapai 63 orang yang terdiri dari balita dan ibu.

Gejala yang dialami korban antara lain pusing, mual, dan muntah setelah mengonsumsi makanan dari program MBG.

Kepala Puskesmas Leles Tedi Nugraha mengatakan sebagian korban dirawat di puskesmas, bidan, dan klinik setempat, sementara enam balita masih menjalani perawatan hingga Minggu petang.

Pihak Dinas Kesehatan telah mengambil sampel makanan yang tersisa, termasuk susu, serta sampel muntahan korban untuk diuji di laboratorium.

"Kami sudah mengambil sampel yang tersisa, salah satunya susu dan sampel muntahan korban untuk dilakukan uji laboratorium guna memastikan penyebab puluhan ibu dan balita di Desa Purabaya dan Desa Sukasirna keracunan," ujarnya.

Hingga saat ini, penyebab pasti keracunan belum dapat dipastikan dan masih menunggu hasil uji laboratorium.

Tenaga kesehatan tetap melakukan pemantauan terhadap korban yang telah pulang ke rumah guna memastikan kondisi mereka tetap stabil.

Camat Leles Segi Tabah Hermansyah mengatakan pendataan korban masih terus dilakukan oleh petugas kecamatan.

"Saat ini petugas dari kecamatan masih melakukan pendataan karena ditakutkan masih banyak yang mengalami keracunan yang belum terdata karena tidak menjalani perawatan di puskesmas, bidan atau klinik," katanya.

Pemerintah setempat terus melakukan pengawasan di wilayah terdampak guna memastikan tidak ada korban yang terlewat dalam penanganan.

Penulis :
Gerry Eka

Terpopuler