
Pantau - Pemerintah Kabupaten Agam, Sumatera Barat, melakukan imunisasi tambahan untuk menekan penyebaran penyakit campak yang tercatat meningkat sejak awal 2026, Minggu (19/4/2026).
Kepala Dinas Kesehatan Hendri Rusdian menyampaikan program Outbreak Response Immunization (ORI) dilakukan di sejumlah kecamatan seperti Palembayan, Lubuk Basung, dan Sungai Pua.
"Daerah ini yang mengalami wabah atau memiliki cakupan imunisasi rendah," ujarnya.
Selain imunisasi tambahan, pemerintah juga tetap menjalankan imunisasi rutin bagi bayi usia sembilan bulan di puskesmas dan posyandu.
Deteksi dini dilakukan melalui survei lapangan untuk mengidentifikasi kasus campak.
"Kita melakukan survei untuk mendeteksi dini kasus campak," katanya.
Pemerintah daerah juga melakukan investigasi untuk menelusuri sumber penularan serta mengidentifikasi kelompok rentan.
Pasien yang terinfeksi dianjurkan menjalani isolasi guna mencegah penyebaran lebih luas.
Perawatan diberikan berupa vitamin A dan obat penurun demam.
Selain itu, sosialisasi dan edukasi terus digencarkan terkait gejala, cara penularan, dan pencegahan campak.
"Respons cepat terhadap wabah dilakukan dengan membentuk tim gerak cepat. Berbagai upaya lain juga sudah dilakukan guna menangani dan menekan penyebaran penyakit campak," ujarnya.
Jumlah kasus campak di Kabupaten Agam sejak Januari hingga 18 April 2026 tercatat sebanyak 59 kasus.
Angka tersebut meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 48 kasus.
Pemerintah berharap berbagai upaya yang dilakukan dapat menekan penyebaran dan menurunkan jumlah kasus di wilayah tersebut.
- Penulis :
- Gerry Eka








