
Pantau - Warga di sejumlah wilayah Jakarta mengubah sampah menjadi sumber penghasilan melalui kebiasaan memilah dan mengelola limbah rumah tangga, Minggu (19/4/2026).
Permasalahan bermula dari kawasan kumuh dengan bau menyengat akibat penumpukan sampah.
Perubahan terjadi ketika warga mulai memilah sampah organik dan anorganik.
Sampah anorganik seperti plastik, kertas, dan logam dikumpulkan, dibersihkan, lalu dijual ke bank sampah atau pengepul.
Hasilnya, warga memperoleh tambahan pendapatan meski tidak besar namun membantu kebutuhan sehari-hari.
Di Kelurahan Utan Kayu Selatan, pemilahan sampah menjadi kebiasaan petugas PPSU yang mengumpulkan ratusan kilogram sampah terpilah di gudang kecil.
Dari proses tersebut, dihasilkan ratusan ribu rupiah per bulan melalui penjualan berkala sesuai volume.
Di Kelurahan Malaka Jaya, pengelolaan sampah berkembang menjadi gerakan kolektif warga.
Dalam lima bulan, terkumpul 2.100 kilogram sampah anorganik dengan total pendapatan sekitar Rp2 juta.
Sistem tukar sampah dengan uang meningkatkan partisipasi masyarakat.
Sementara di Kelurahan Cibubur, volume sampah mencapai hampir satu ton per bulan dengan pendapatan hingga jutaan rupiah.
Sistem pembagian hasil dilakukan berdasarkan kontribusi individu dan sebagian dimanfaatkan untuk kegiatan sosial.
Program ini didukung oleh pemerintah daerah, termasuk Wali Kota Jakarta Timur Munjirin.
Pengelolaan sampah juga terhubung dengan Pusat Daur Ulang Plastik Ciracas dan Bank Sampah Induk Ciracas.
Pemerintah membentuk satgas bank sampah di tiap kelurahan serta menerapkan sistem pemantauan daring.
Program diperluas ke sekolah untuk edukasi sejak dini, dengan tambahan sampah 500 hingga 750 kilogram dari lingkungan pendidikan.
Selain itu, puluhan masjid, musala, pesantren, dan lembaga pendidikan turut berpartisipasi dalam pengelolaan sampah.
Setiap hari, ribuan ton sampah masih berakhir di TPST Bantargebang.
Pemerintah kini mendorong perubahan pendekatan dari membuang menjadi mengelola sampah sejak tingkat rumah tangga.
Program ini menunjukkan bahwa sampah dapat diubah dari beban menjadi sumber daya ekonomi sekaligus meningkatkan kesadaran lingkungan masyarakat.
- Penulis :
- Gerry Eka








