
Pantau - Banjir yang sempat merendam sejumlah wilayah di Jakarta Selatan pada Senin (20/4/2026) pagi dilaporkan berangsur surut tanpa menimbulkan korban jiwa maupun pengungsi.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jakarta Selatan menyebut genangan terjadi akibat luapan Kali Ciliwung yang dipicu kenaikan tinggi muka air di Bendung Katulampa dan Pos Pantau Depok.
Kasatgas BPBD Jakarta Selatan Sukendar mengatakan, "Genangan sempat terjadi di beberapa lokasi, seperti di Kelurahan Pejaten Timur, Kecamatan Pasar Minggu, serta Kelurahan Rawajati, Kecamatan Pancoran akibat luapan Kali Ciliwung."
Kronologi dan Dampak Banjir
Ia menjelaskan genangan di Pejaten Timur mulai terjadi sekitar pukul 02.00 WIB dengan ketinggian awal 50 cm dan sempat mencapai 180 cm pada pukul 04.50 WIB.
Air mulai surut sejak pukul 06.10 WIB dan tersisa sekitar 20 cm pada pukul 09.40 WIB.
Ratusan kepala keluarga terdampak di wilayah tersebut, namun warga tetap bertahan di rumah masing-masing tanpa mengungsi.
Ia menegaskan, "Jumlah pengungsi nihil dan tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini."
Sementara itu, genangan di Gang Langgar, Rawajati, terjadi sejak pukul 04.00 WIB dengan ketinggian air mencapai 80 cm sebelum berangsur surut pada pagi hari.
Upaya Penanganan dan Kondisi Terkini
BPBD DKI Jakarta mencatat sebanyak enam RT terdampak banjir pada Senin pagi sekitar pukul 08.00 WIB.
Petugas telah melakukan berbagai upaya penanganan seperti pemasangan jalur evakuasi dan koordinasi dengan pihak kelurahan serta petugas PPSU.
Selain itu, petugas juga disiagakan di lokasi untuk memantau perkembangan genangan hingga air surut.
Kondisi wilayah terdampak kini berangsur normal dan jalur evakuasi yang sebelumnya dipasang telah dilepas.
Informasi tambahan menyebutkan banjir terjadi akibat status Bendung Katulampa siaga 3 dengan tinggi muka air 105 cm serta Pos Pantau Depok siaga 2 dengan tinggi muka air 280 cm.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




