HOME  ⁄  Nasional

Empat Startup Indonesia Dikirim ke Jepang untuk Gaet Investor Global di SusHi Tech Tokyo 2026

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Empat Startup Indonesia Dikirim ke Jepang untuk Gaet Investor Global di SusHi Tech Tokyo 2026
Foto: Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya saat ditemui awak media dalam acara briefing peserta start up untuk SusHi Tech Tokyo 2026, di Jakarta, Selasa 21/4/2026 (sumber: ANTARA/Fitra Ashari)

Pantau - Kementerian Ekonomi Kreatif Republik Indonesia melalui program BEKUP Global Scale Up 2026 bekerja sama dengan Kumpul mengirim empat startup ke Jepang untuk memperluas akses pasar dan mempertemukan kekayaan intelektual teknologi Indonesia dengan investor global.

Partisipasi ini menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam mendorong IP Indonesia menembus pasar internasional melalui ajang SusHi Tech Tokyo 2026 yang berlangsung pada 27 hingga 29 April 2026.

Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menyatakan, "Tentu ini sebuah kebanggaan sebagai yang Pak Presiden Prabowo inginkan bagaimana IP Indonesia semakin mendunia. Dan di sini ada empat kesempatan dan ini konsisten dengan apa yang terus kami lakukan, bagaimana dukungan kita agar IP-IP Indonesia semakin mendunia", ungkapnya.

Empat Startup Siap Tembus Pasar Global

Empat startup yang diberangkatkan meliputi Bell Living Lab yang mengolah ampas kopi menjadi produk fashion dan furnitur, IJO yang mengembangkan pupuk serta pestisida berbasis rumput laut, Spun yang menyediakan layanan pengurusan visa berbasis kecerdasan buatan, serta Gapai yang menyalurkan tenaga kerja berbasis keterampilan ke berbagai negara.

Keempat talenta digital tersebut dipersiapkan untuk mendapatkan peluang bisnis, memperluas pasar, serta جذب mitra dan investasi internasional melalui presentasi produk dan benchmarking dengan investor global.

Riefky menekankan pentingnya kesiapan strategi bisnis agar sesuai dengan karakter pasar negara tujuan serta kemampuan storytelling dari IP untuk menarik minat investor.

Ia menambahkan, "Target outputnya adalah kerja sama bisnis, apakah untuk memperluas pasar dari produk-produk teman-teman ini atau mungkin bertemu dengan bisnis partner yang juga bisa memberikan investasinya untuk membesarkan bisnis dari empat start up ini", ujarnya.

Kolaborasi dan Transfer Teknologi Jadi Harapan

Founder dan Chairperson Kumpul Faye Wongso berharap keikutsertaan ini tidak hanya membuka pasar baru, tetapi juga mendorong pertukaran teknologi antara Jepang dan Indonesia.

Faye menyampaikan, "Jadi ada perluasan pasar tentunya, tapi kita juga berharap bisa ada kerja sama-kerja sama juga yang bisa meningkatkan teknologinya kita dan investasi", katanya.

Ajang SusHi Tech Tokyo 2026 sendiri merupakan forum investor global yang berfokus pada inovasi teknologi berbasis keberlanjutan.

Sebelumnya, Kementerian Ekonomi Kreatif juga aktif mendukung talenta kreatif Indonesia tampil di panggung internasional seperti event gim di Jerman dan Comicon Singapura guna meningkatkan pengenalan IP nasional di tingkat dunia.

Penulis :
Leon Weldrick