HOME  ⁄  Nasional

Bupati Bogor Rudy Susmanto Gagas Poros Lebak-Bogor-Sukabumi untuk Perkuat Konektivitas dan Ekonomi Wilayah Barat

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Bupati Bogor Rudy Susmanto Gagas Poros Lebak-Bogor-Sukabumi untuk Perkuat Konektivitas dan Ekonomi Wilayah Barat
Foto: Bupati Bogor Rudy Susmanto di Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat (sumber: ANTARA/M Fikri Setiawan)

Pantau - Bupati Bogor Rudy Susmanto menggulirkan wacana pembangunan jalur Poros Lebak-Bogor-Sukabumi yang direncanakan menghubungkan Kabupaten Lebak, Kabupaten Bogor, dan Kabupaten Sukabumi guna membuka akses baru serta menggerakkan perekonomian di kawasan barat Kabupaten Bogor.

Pembangunan poros lintas kabupaten tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Bogor memperluas konektivitas wilayah yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Lebak di Provinsi Banten dan Kabupaten Sukabumi di Provinsi Jawa Barat.

Rudy Susmanto menyampaikan Pemerintah Kabupaten Bogor telah memasukkan pembangunan jalan penghubung Malasari-Cianten ke dalam perencanaan pembangunan tahun 2026.

"Kami pun pada 2026 membuat perencanaan baru, yaitu menghubungkan antara Jalan Malasari dengan wilayah Cianten sehingga ekonomi bisa bergerak", ungkap Rudy Susmanto.

Jalur Poros Terhubung ke Jalan Malasari

Pemerintah Kabupaten Bogor juga mulai menjalin komunikasi dengan Pemerintah Kabupaten Lebak dan Pemerintah Kabupaten Sukabumi untuk merealisasikan pembangunan jalur Poros Lebak-Bogor-Sukabumi.

"Kami mulai membangun komunikasi dengan Pemerintah Kabupaten Lebak dan Pemerintah Kabupaten Sukabumi untuk bersama-sama membangun jalur Poros Lebak-Bogor-Sukabumi", kata Rudy Susmanto.

Jalur poros yang direncanakan akan terhubung dengan Jalan Malasari di Kecamatan Nanggung yang saat ini sedang dikembangkan sebagai akses menuju kawasan barat Bogor.

Jika jalur tersebut terwujud, masyarakat yang hendak menuju Sukabumi maupun Palabuhanratu tidak perlu lagi melewati jalur tengah Kabupaten Bogor.

"Sehingga apabila jalur poros tersebut terbangun, Bogor membangun, menuntaskan, melebarkan Jalan Malasari, lalu terhubung dengan Lebak-Banten, lalu terhubung dengan Sukabumi", jelas Rudy Susmanto.

Jalur alternatif tersebut dinilai dapat memperpendek waktu perjalanan masyarakat sekaligus meningkatkan mobilitas antardaerah.

Dampak Positif Jalan Malasari Jadi Dasar Pengembangan

Wacana pembangunan Poros Lebak-Bogor-Sukabumi muncul setelah pembangunan Jalan Nirmala di Desa Malasari menunjukkan dampak positif bagi masyarakat setempat.

Jalan Nirmala yang memiliki panjang sekitar 18,5 kilometer berhasil membuka akses menuju kawasan wisata di kaki Gunung Halimun Salak yang sebelumnya sulit dijangkau.

Terbukanya akses tersebut mendorong peningkatan jumlah kunjungan wisatawan ke kawasan wisata di wilayah Malasari.

Aktivitas ekonomi masyarakat setempat juga meningkat seiring membaiknya akses jalan dan bertambahnya mobilitas warga maupun wisatawan.

Perkembangan sektor usaha warga di sekitar kawasan wisata turut terdorong akibat meningkatnya kunjungan masyarakat.

Pemerintah Kabupaten Bogor berharap keberhasilan pembangunan akses di Malasari dapat menjadi dasar pengembangan konektivitas yang lebih luas melalui pembangunan Poros Lebak-Bogor-Sukabumi.

Jika terealisasi, poros tersebut diharapkan menjadi jalur strategis yang menghubungkan wilayah Banten dan Jawa Barat melalui kawasan barat Bogor sekaligus memperkuat pertumbuhan ekonomi, pariwisata, dan mobilitas masyarakat.

Penulis :
Leon Weldrick