HOME  ⁄  Nasional

Putra Nababan Soroti Akses Wisata Lampung, Desak Sinergi Pemerintah Pusat

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Putra Nababan Soroti Akses Wisata Lampung, Desak Sinergi Pemerintah Pusat
Foto: Anggota Komisi VII DPR RI Putra Nababan dalam kunjungan kerja reses Komisi VII DPR RI di Bandar Lampung, Lampung, Kamis 23/4/2026 (sumber: DPR RI)

Pantau - Anggota Komisi VII DPR RI, Putra Nababan, menegaskan aksesibilitas masih menjadi kendala utama dalam pengembangan pariwisata di Lampung.

Akses Jadi Kunci Pengembangan Wisata

Putra menyatakan banyak destinasi wisata memiliki potensi besar, tetapi belum didukung akses yang memadai bagi wisatawan.

Ia menekankan bahwa aksesibilitas dan kebijakan pemerintah menjadi kunci utama untuk mendongkrak sektor pariwisata.

"Daerah-daerah yang sangat cantik dan objek wisata seperti di Lampung harus bisa diakses dengan mudah oleh wisatawan baik dari bandara maupun dari pusat kota tanpa hambatan," ungkapnya.

Ia mendorong keberpihakan pemerintah pusat melalui sinergi antar kementerian, khususnya Kementerian Pariwisata dan Kementerian Pekerjaan Umum.

Fokus sinergi tersebut adalah penyediaan infrastruktur penunjang pariwisata yang nyaman dan layak.

Putra menegaskan pembangunan akses wisata tidak bisa disamakan dengan jalur umum seperti logistik atau truk.

"Pembangunan akses wisata tidak bisa disamakan dengan jalur umum seperti jalan logistik atau truk, karena dapat menurunkan kenyamanan wisatawan," ujarnya.

Dorong Kebijakan Cepat dan Insentif Wisata

Selain infrastruktur, Putra menyoroti pentingnya kecepatan pemerintah dalam merespons peluang sektor pariwisata.

Ia mencontohkan keberhasilan Jakarta dalam menggerakkan ekonomi melalui event musiman seperti Natal, Tahun Baru, Imlek, hingga Lebaran yang menghasilkan perputaran ekonomi besar.

"Terobosan-terobosan seperti itu yang harus dilakukan. Dampaknya langsung terasa bagi wisatawan dan ekonomi," katanya.

Putra juga menyoroti dampak dinamika geopolitik global terhadap sektor pariwisata Indonesia, termasuk konflik di kawasan Timur Tengah yang berdampak pada penurunan wisatawan asal Eropa.

Wisatawan Eropa dinilai penting karena memiliki masa tinggal lebih lama dan pengeluaran besar.

Ia mendorong kebijakan insentif seperti kemudahan visa atau bebas visa untuk menarik wisatawan.

Menurutnya, wisatawan mengutamakan kenyamanan tanpa birokrasi rumit dan sensitif terhadap biaya visa.

"Kalau kita bisa memberikan kenyamanan dan kemudahan, itu akan menjadi win-win solution. Di tengah terbatasnya pemasukan negara, sektor pariwisata harus dioptimalkan, pentingnya langkah cepat dan terkoordinasi dari pemerintah untuk menjaga daya saing pariwisata Indonesia di tengah situasi global yang tidak menentu," ujarnya.

Langkah Terkoordinasi Jadi Penentu

Putra menekankan pentingnya langkah cepat dan terkoordinasi dari pemerintah untuk menjaga daya saing pariwisata Indonesia di tengah kondisi global yang tidak menentu.

Ia menilai tanpa perbaikan akses dan kebijakan yang adaptif, potensi besar pariwisata daerah tidak akan optimal.

Penulis :
Shila Glorya