HOME  ⁄  Nasional

Kemlu RI Intensifkan Upaya Pembebasan WNI Korban Pembajakan Kapal di Somalia

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Kemlu RI Intensifkan Upaya Pembebasan WNI Korban Pembajakan Kapal di Somalia
Foto: (Sumber : Orang tua dan istri korban Kapten Kapal Honour Ashari Samadikun, menunjukkan fotonya kepada wartawan di kediammanya, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. ANTARA..)

Pantau - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI mengintensifkan koordinasi untuk memastikan keselamatan empat warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban pembajakan kapal MT Honour 25 di perairan Somalia.

Koordinasi Intensif Lintas Pihak

Direktur Perlindungan WNI Kemlu RI Heni Hamidah menyatakan pihaknya telah menindaklanjuti laporan pembajakan yang terjadi di sekitar Hafun, Somalia, pada Rabu (22/4).

“KBRI Nairobi terus melakukan koordinasi intensif dengan seluruh pihak terkait di Somalia,” kata Heni.

Ia menjelaskan upaya tersebut melibatkan otoritas setempat, tokoh masyarakat, serta pelaku usaha guna memastikan proses penanganan berjalan optimal.

“KBRI Nairobi akan terus memantau perkembangan situasi secara saksama melalui koordinasi intensif dan terukur dengan seluruh pihak terkait lainnya,” ujarnya.

Kondisi ABK dan Permintaan Tebusan

Kemlu mengungkapkan kapal tersebut diawaki oleh empat WNI bersama 10 warga Pakistan, satu warga India, dan satu warga Myanmar.

Keluarga korban menyebut para awak kapal sempat memberi kabar sebelum kapal diserang perompak, dan dalam komunikasi terakhir kondisi mereka dilaporkan masih baik meski mengalami tekanan psikologis.

Istri kapten kapal, Santi Sanjaya, mengungkapkan para perompak meminta tebusan atas pembebasan awak kapal.

Sementara itu, keluarga korban meminta pemerintah dan Presiden untuk segera mengambil langkah cepat demi keselamatan para ABK.

Kemlu menegaskan seluruh langkah yang ditempuh mengedepankan keselamatan WNI sebagai prioritas utama dalam proses pembebasan.

Penulis :
Aditya Yohan