
Pantau - President University mengukuhkan tiga guru besar baru sebagai langkah strategis memperkuat kualitas riset dan kontribusi akademik di tingkat nasional maupun internasional.
Pengukuhan ini dilakukan pada April 2026 dan menjadi bagian dari upaya institusi dalam memperkuat pilar akademik serta meningkatkan daya saing perguruan tinggi.
Sekretaris Direktorat Jenderal Sains dan Teknologi Kemdiktisaintek M. Samsuri menegaskan bahwa jabatan guru besar bukan sekadar capaian individu, melainkan tanggung jawab menjaga integritas akademik.
Ia mengungkapkan, "Kami berharap semakin banyak guru besar yang lahir dari President University, sehingga kualitas riset semakin berkembang dan President University dapat menjadi kebanggaan, bahkan menjadi 'bunga' yang tumbuh di kawasan Jababeka."
Dorong Inovasi dan Penguatan Akademik
Kehadiran tiga profesor baru ini diharapkan mampu mendorong inovasi, khususnya di kawasan industri Jababeka tempat kampus tersebut beroperasi.
Selain itu, penambahan guru besar dinilai penting untuk meningkatkan citra akademik di tengah persaingan ketat dunia pendidikan tinggi di Indonesia.
Rektor President University Dr. Handa Abidin menyatakan pengukuhan ini merupakan hasil dari komitmen institusi dalam mendukung karier akademik para dosen.
Ia mengungkapkan, "Sekitar 18 tahun yang lalu, beliau lulus dari President University. Hari ini, beliau diresmikan sebagai profesor di President University. Ini menunjukkan bahwa President University tidak hanya mencetak lulusan, tetapi juga melahirkan akademisi dari alumninya sendiri."
Tiga Profesor Baru dan Komitmen Kampus
Tiga guru besar yang dikukuhkan yakni Prof. Dr. Anton Wachidin Widjaja, S.E., M.M., Prof. Dr.-Ing. Erwin Parasian Sitompul, S.T., M.Sc., dan Prof. Jhanghiz Syahrivar, S.E., M.M., Ph.D.
Dengan penambahan tersebut, President University kini memiliki total delapan guru besar aktif di berbagai disiplin ilmu.
Pengukuhan ini menegaskan komitmen universitas dalam mendorong pengembangan ilmu pengetahuan serta menciptakan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat luas.
- Penulis :
- Aditya Yohan







