
Pantau - Menteri Sosial Saifullah Yusuf menegaskan bahwa tidak boleh ada lulusan Sekolah Rakyat yang menganggur setelah menyelesaikan pendidikan dalam acara Menuju Satu Tahun Perjalanan Program Sekolah Rakyat di Jakarta pada Rabu, 29 April 2026.
Jalur Pendidikan dan Kerja Disiapkan
Ia mengungkapkan, "Tidak boleh ada lulusan Sekolah Rakyat yang nanti katakanlah menganggur, tidak sanggup menjadi agen perubahan."
Ia menjelaskan bahwa lulusan Sekolah Rakyat akan diarahkan ke dua jalur utama, yakni melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi atau menjadi pekerja terampil melalui pelatihan.
Ia menyampaikan, "Kalau mereka ingin kuliah, selama memiliki kemampuan, seluruh perguruan tinggi negeri sudah siap untuk menerima. Bahkan ada perguruan tinggi swasta seperti Universitas Ary Ginanjar sudah siap menerima lulusan-lulusan Sekolah Rakyat dari sekarang."
Ia menambahkan bahwa pelatihan keterampilan bagi lulusan akan difasilitasi oleh Kementerian Ketenagakerjaan dan Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia.
Ia juga menyebut, "Bagi yang pintar-pintar, lulus SMP akan kita dorong untuk bisa masuk ke Sekolah Garuda."
Pembangunan Sekolah Dipercepat
Pemerintah saat ini mempercepat pembangunan infrastruktur Sekolah Rakyat guna mendukung operasional program di berbagai daerah.
Ia mengatakan, "Sudah ada 93 gedung Sekolah Rakyat dalam proses pembangunan. Sekitar 69 persen akan tuntas di bulan Juli untuk kita jadikan proses pembelajaran pertama, sementara 24 persen insya Allah fungsional."
Saat ini tercatat sebanyak 166 Sekolah Rakyat telah beroperasi di seluruh Indonesia, meski sebagian besar masih menggunakan gedung sementara milik pemerintah pusat dan daerah.
Program Sekolah Rakyat merupakan salah satu prioritas Presiden Prabowo Subianto untuk memutus rantai kemiskinan melalui akses pendidikan yang diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 120 Tahun 2025.
- Penulis :
- Leon Weldrick





