HOME  ⁄  Nasional

Pakar ITS Sebut Perlintasan Tidak Sebidang Jadi Solusi Utama Cegah Kecelakaan Kereta Api

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Pakar ITS Sebut Perlintasan Tidak Sebidang Jadi Solusi Utama Cegah Kecelakaan Kereta Api
Foto: (Sumber: Pakar transportasi darat dari Departemen Teknik Sipil ITS Prof Ir Hera Widyastuti MT PhD saat menjelaskan tentang sistem perlintasan perkeretaapian di Indonesia. ANTARA/HO-Humas ITS..

Pantau - Pakar transportasi darat Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Prof Hera Widyastuti menyatakan perlintasan kereta api tidak sebidang menjadi solusi efektif untuk menekan kecelakaan, menyusul insiden di dekat Stasiun Bekasi Timur yang menimbulkan korban jiwa.

Kelemahan Perlintasan Sebidang

Prof Hera menjelaskan perlintasan sebidang memiliki kelemahan dari sisi geometrik karena posisi rel yang lebih tinggi dari permukaan jalan.

"Perlintasan sebidang memiliki kelemahan dari sisi geometrik," ujarnya.

Ia mengungkapkan kondisi menanjak saat melintasi rel kerap memicu kepanikan pengendara hingga berisiko terjadi kesalahan teknis.

"Kepanikan saat menanjak membuat pengendara kadang salah pindah gigi, sehingga berisiko mesin mobil mati tepat di atas rel,” katanya.

Selain itu, perlintasan sebidang sangat bergantung pada kepatuhan pengguna jalan serta fungsi palang pintu, sementara kereta api dengan kecepatan tinggi membutuhkan jarak pengereman panjang.

“Perlintasan sebidang akan selalu menjadi titik rawan selama masih terjadi pertemuan langsung antara arus kendaraan dan laju kereta api," ujarnya.

Dorongan Infrastruktur Tidak Sebidang

Sebagai solusi jangka panjang, Hera mendorong pembangunan perlintasan tidak sebidang seperti jalan layang atau terowongan untuk menghilangkan potensi benturan langsung.

“Jika kita ingin menghindari benturan langsung, perlintasan tidak sebidang adalah jawaban utamanya,” ujarnya.

Ia juga menyoroti urgensi pembangunan infrastruktur tersebut di Surabaya seiring rencana operasional Surabaya Regional Railways Line yang akan meningkatkan frekuensi perjalanan kereta.

“Sudah saatnya kita mengawal transisi ini agar perlintasan sebidang, terutama di area padat penduduk, segera ditiadakan demi keselamatan bersama,” tuturnya.

Penulis :
Aditya Yohan