
Pantau - Pengurus Pusat Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) mengapresiasi respons cepat pemerintah dalam menangani kecelakaan kereta api di Bekasi sekaligus mendorong evaluasi menyeluruh sistem perkeretaapian nasional.
Ketua Umum PP AMPG Said Aldi Al Idrus menilai kehadiran langsung Presiden Prabowo Subianto di lokasi korban menunjukkan keseriusan negara.
"Kami melihat respons pemerintah sangat cepat dan tepat. Kehadiran Presiden di lokasi korban menunjukkan empati dan keseriusan negara dalam menangani krisis ini," katanya.
Peristiwa kecelakaan yang terjadi di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4) mengakibatkan sedikitnya 16 orang meninggal dunia dan puluhan lainnya mengalami luka-luka.
Dorongan Evaluasi Sistem Keselamatan
AMPG menilai penanganan darurat harus diikuti dengan evaluasi sistemik terhadap keselamatan transportasi perkeretaapian.
"Kejadian ini harus menjadi momentum untuk melakukan audit total terhadap sistem keselamatan perkeretaapian, mulai dari perlintasan sebidang, sistem sinyal, hingga standar operasional dan faktor human error," ujar Said.
Berdasarkan informasi awal, kecelakaan diduga dipicu rangkaian kejadian beruntun yang melibatkan gangguan di perlintasan sebidang serta dugaan masalah pada sistem persinyalan.
Dukungan Investigasi dan Infrastruktur
AMPG mendukung investigasi yang dilakukan Komite Nasional Kecelakaan Transportasi (KNKT) dan meminta hasilnya disampaikan secara transparan kepada publik.
"Investasi dalam keselamatan transportasi bukan pilihan, melainkan keharusan. Apalagi dengan masih banyaknya perlintasan sebidang yang belum terjaga," tuturnya.
Selain itu, AMPG mendorong percepatan pembangunan infrastruktur keselamatan seperti flyover dan underpass di titik rawan.
"Kita tidak boleh menunggu tragedi berikutnya untuk bertindak. Evaluasi harus dilakukan secara menyeluruh, cepat, dan berkelanjutan," kata Said.
AMPG juga menyampaikan belasungkawa kepada para korban dan keluarga yang terdampak tragedi tersebut.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





