HOME  ⁄  Nasional

Pemerintah Hadirkan 722 Titik Internet di Kalimantan Selatan untuk Atasi Blankspot dan Dorong Transformasi Digital

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Pemerintah Hadirkan 722 Titik Internet di Kalimantan Selatan untuk Atasi Blankspot dan Dorong Transformasi Digital
Foto: Plt. Direktur Layanan Telekomunikasi dan Informasi Badan Usaha Kemkomdigi Tri Haryanto memberikan paparan pada kegiatan Rapat Koordinasi Sinkronisasi Program Penanganan Blankspot se-Kalimantan Selatan (Kalsel) di Banjarmasin, Kalsel, Rabu 29/4/2026 (sumber: ANTARA/Tumpal Andani Aritonang)

Pantau - Kementerian Komunikasi dan Digital menghadirkan 722 titik layanan internet melalui BAKTI di Kalimantan Selatan guna memperluas konektivitas digital terutama di wilayah blankspot.

Program ini tersebar di 13 kabupaten dengan mayoritas menggunakan teknologi satelit untuk menjangkau daerah yang belum terlayani jaringan terestrial.

Pelaksana Tugas Direktur Layanan Telekomunikasi dan Informasi Tri Haryanto menyebutkan bahwa dari total titik tersebut, satu titik menggunakan jaringan fiber optik dan 721 lainnya memanfaatkan satelit SATRIA.

Ia mengungkapkan, "Penyediaan layanan didukung kombinasi aset barang milik negara (BMN) dan skema sewa layanan guna menjangkau wilayah yang belum terlayani jaringan terestrial, sehingga pemerataan akses internet dapat terus diperluas."

Sebaran dan Pemanfaatan Layanan

Kabupaten Hulu Sungai Utara menjadi wilayah dengan jumlah titik terbanyak yakni 179 lokasi yang menunjukkan fokus intervensi pada daerah dengan kebutuhan akses tinggi.

Sebanyak 635 titik layanan berada di sektor pendidikan seperti sekolah yang menjadi tulang punggung transformasi digital pembelajaran di daerah.

Selain pendidikan, layanan internet juga menjangkau fasilitas kesehatan, kantor pemerintahan, pusat kegiatan masyarakat, serta mendukung sektor pertahanan, keamanan, dan aktivitas ekonomi lokal.

Evaluasi dan Penguatan Infrastruktur

Berdasarkan pemantauan Network Management System, sebagian titik menunjukkan tingkat utilisasi yang tinggi dalam mendukung aktivitas digital masyarakat.

Namun, terdapat sekitar 77 titik dengan utilisasi rendah yang mayoritas berada di sektor pendidikan dan pemerintahan sehingga menjadi bahan evaluasi pemerintah.

Pemerintah membuka opsi relokasi titik layanan agar pemanfaatannya lebih efektif dan tepat sasaran sesuai kebutuhan di lapangan.

Infrastruktur layanan ini didukung oleh stasiun bumi di Banjarmasin melalui fasilitas Network Operation Center yang dipilih karena kesiapan jaringan fiber optik untuk menjaga stabilitas layanan.

Penulis :
Shila Glorya