HOME  ⁄  Nasional

Bea Cukai Berikan Dukungan untuk Proyek Hilirisasi Nasional di Berbagai Daerah

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Bea Cukai Berikan Dukungan untuk Proyek Hilirisasi Nasional di Berbagai Daerah
Foto: (Sumber: Bea Cukai Pematangsiantar yang menghadiri kegiatan groundbreaking Proyek Hilirisasi Fase II Oleofood dan Biodiesel milik PT Perkebunan Nusantara IV di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei, Kabupaten Simalungun, pada Rabu (29/04)..)

Pantau - Jakarta, 30-04-2026 – Bea Cukai berperan aktif dalam memberikan asistensi industri dan fasilitas kepabeanan sebagai upaya mendorong hilirisasi nasional. Hal tersebut tecermin dari keterlibatan langsung unit vertikal Bea Cukai dalam berbagai proyek strategis di sejumlah daerah.

Salah satunya ditunjukan oleh Bea Cukai Pematangsiantar yang menghadiri kegiatan groundbreaking Proyek Hilirisasi Fase II Oleofood dan Biodiesel milik PT Perkebunan Nusantara IV di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei, Kabupaten Simalungun, pada Rabu (29/04). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari peresmian serentak 13 proyek hilirisasi nasional tahap kedua yang dipusatkan di Kilang Minyak Cilacap, Jawa Tengah, dan diikuti secara hybrid di berbagai wilayah.

Proyek-proyek tersebut mencakup beragam sektor strategis, mulai dari energi, pertambangan, hingga agroindustri, seperti pembangunan kilang gasoline, pengolahan batu bara menjadi Dimethyl Ether (DME), hilirisasi nikel dan baja, hingga pengolahan komoditas perkebunan seperti kelapa sawit, pala, dan kelapa.

Presiden Prabowo, dalam sambutannya di peresmian proyek hilirasi nasional, menegaskan bahwa hilirisasi merupakan langkah penting dan bersejarah menuju kebangkitan ekonomi nasional.

Dukungan serupa juga ditunjukkan Bea Cukai Tegal yang mengawal peresmian operasional PT Elekmetal Longteng Indonesia (ELI) di Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB), Jawa Tengah, pada Rabu (15/04). Perusahaan manufaktur padat modal ini memproduksi grinding ball dengan kapasitas mencapai 530 metrik ton per hari dan menyasar pasar ekspor global seperti Meksiko, Amerika Serikat, dan Australia.

Dalam kegiatan yang turut dihadiri Wakil Menteri Perindustrian, Faisol Riza tersebut, pemerintah menegaskan komitmennya untuk memperkuat struktur industri nasional melalui hilirisasi dan peningkatan penggunaan bahan baku dalam negeri. Sejalan dengan itu, Bea Cukai memberikan dukungan konkret berupa fasilitas fiskal melalui skema Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), antara lain penangguhan bea masuk dan Pajak Dalam Rangka Impor (PDRI), serta kemudahan nonfiskal berupa percepatan layanan kepabeanan.

Kepala Subdirektorat Humas dan Penyuluhan Bea Cukai, Budi Prasetiyo, menekankan bahwa fasilitas tersebut merupakan instrumen strategis yang harus dimanfaatkan secara optimal oleh pelaku usaha. Dengan dukungan ini, diharapkan perusahaan dapat meningkatkan produktivitas dan daya saing ekspor, sehingga memberikan efek berganda (multiplier effect) bagi perekonomian nasional.

“Keterlibatan Bea Cukai di berbagai proyek hilirisasi ini menegaskan komitmen institusi dalam mendukung agenda besar pemerintah untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam, memperkuat struktur industri, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” pungkas Budi.

Penulis :
Ahmad Yusuf