HOME  ⁄  Nasional

Menteri Wihaji Tegaskan Penanganan Stunting Harus Terpadu dan Menyasar Langsung Keluarga

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Menteri Wihaji Tegaskan Penanganan Stunting Harus Terpadu dan Menyasar Langsung Keluarga
Foto: (Sumber: Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Wihaji menyalurkan bantuan kepada dua keluarga resiko stunting (KRS) di Kabupaten Lebak. ANTARA/Mansur..)

Pantau - Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga sekaligus Kepala BKKBN Wihaji menegaskan penanganan stunting harus dilakukan melalui pendekatan terpadu yang langsung menyasar keluarga berisiko di Kabupaten Lebak, Banten, Kamis.

Pendekatan Terpadu Jadi Kunci Penanganan Stunting

Wihaji menekankan bahwa upaya penanganan stunting tidak boleh dilakukan secara parsial, melainkan harus melibatkan berbagai sektor secara terintegrasi.

"Kita jangan sampai penanganan stunting itu dilakukan secara parsial," kata Wihaji.

Ia menyebut kehadiran pemerintah hingga ke wilayah pedalaman menjadi bukti nyata komitmen dalam menekan angka stunting di Indonesia.

Program bantuan kepada Keluarga Risiko Stunting (KRS) disebut bukan sekadar simbolis, melainkan bagian dari intervensi berkelanjutan untuk memastikan anak tumbuh sehat dan berkualitas.

“Program Keluarga Risiko Stunting harus kita kawal bersama dan bersinergi yang kuat untuk percepatan penurunan angka stunting," ujarnya.

Kolaborasi dan Intervensi Gizi Diperkuat

Pemerintah mendorong kolaborasi lintas sektor melalui intervensi gizi, edukasi keluarga, serta penguatan layanan kesehatan dasar.

Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah menyatakan dukungan penuh terhadap langkah strategis pemerintah pusat dalam penanganan stunting.

"Kami mendukung penuh langkah strategis BKKBN. Ini menjadi energi positif bagi daerah untuk terus memperkuat pelayanan kepada masyarakat, khususnya dalam pemenuhan gizi dan kesehatan keluarga," katanya.

Wakil Bupati Lebak Amir Hamzah menilai program tersebut menjadi momentum meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pencegahan stunting sejak dini.

"Kita bersinergi antara pemerintah pusat, provinsi dan daerah untuk penanganan stunting, juga mendorong program-program yang menyentuh langsung masyarakat agar kualitas hidup keluarga semakin baik," katanya.

Sementara itu, Plt Kepala Perwakilan BKKBN Banten Yuda Ganda Putra memastikan setiap keluarga penerima bantuan mendapatkan pendampingan intensif.

“Kami memastikan setiap keluarga penerima mendapatkan pendampingan intensif, mulai dari pemenuhan gizi hingga edukasi pola asuh yang tepat. Ini adalah langkah konkret dalam mencegah stunting dari hulu,” ujarnya.

Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan program Makan Bergizi Gratis bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita serta pelayanan KB serentak di wilayah pedalaman.

Penulis :
Ahmad Yusuf
Editor :
Ahmad Yusuf